Ketua INEC Pastikan Pemilu Nigeria 2027 Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Ketua INEC Pastikan Pemilu Nigeria 2027 Tetap Digelar Sesuai Jadwal

Internasional

Ketua INEC Prof. Joash Amupitan menegaskan pemilu Nigeria 2027 tetap digelar sesuai jadwal dan menepis spekulasi penundaan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Independen Nigeria (INEC) Prof. Joash Amupitan menegaskan bahwa pemilihan umum 2027 akan tetap digelar sesuai jadwal. Ia menepis spekulasi yang menyebutkan kemungkinan penundaan pesta demokrasi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Amupitan dalam sesi interaktif bersama pejabat INEC dari enam negara bagian di kawasan South-South di Port Harcourt, Sabtu. Menurut dia, komisi telah menetapkan jadwal pemilu dan tidak akan mengubahnya dengan alasan apa pun.

"Tenggat waktu statuter kami sudah ditetapkan. Kami tidak akan mengubah apa pun. Pemilu harus digelar sesuai jadwal," kata Amupitan.

Pertemuan di Port Harcourt itu mempertemukan pejabat INEC dari enam negara bagian di kawasan South-South untuk membahas kesiapan penyelenggaraan pemilu 2027.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran dan tuduhan sejumlah kelompok politik yang menilai INEC sedang mempertimbangkan pergeseran tanggal pemilu. Amupitan menegaskan persiapan pemilu berjalan sesuai rencana dan komisi tetap berkomitmen menyelenggarakan pemungutan suara yang kredibel dan sesuai hukum.

Perhatian khusus untuk Rivers State

Amupitan mengungkapkan bahwa Rivers State akan mendapat perhatian khusus dalam persiapan pemilu karena memiliki jumlah pemilih terdaftar terbanyak di kawasan South-South, yakni 3,74 juta pemilih. Ia mencatat, enam negara bagian di zona tersebut secara keseluruhan mencakup lebih dari 15,8 juta pemilih terdaftar.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa INEC telah menerima lebih dari 5.000 permintaan koreksi data pendaftaran pemilih dan lebih dari 600 keberatan. Seluruh permintaan dan keberatan itu sedang ditinjau sebelum penerbitan daftar pemilih final pada 15 Desember.

Menurut Amupitan, komisi sempat mempertimbangkan untuk melakukan revalidasi daftar pemilih setelah ia menjabat. Namun, rencana itu dibatalkan karena waktunya akan terlalu dekat dengan pemilihan umum.

Keyakinan pada pemilu yang kredibel

Amupitan menyatakan keyakinannya bahwa INEC mampu menyelenggarakan pemilu yang damai, transparan, dan kredibel. Ia merujuk pada pelajaran dari pemilihan gubernur di luar siklus yang berlangsung belakangan ini, khususnya di Osun State, yang ia sebut berhasil dan secara luas dinilai kredibel.

Soal keamanan, ia mengatakan INEC bekerja sama dengan kepolisian, Departemen Layanan Keamanan Negara (DSS), dan lembaga keamanan lainnya untuk menjamin keselamatan pemilih, petugas pemilu, serta perlengkapan pemungutan suara.

AI tidak menentukan hasil

Ketua INEC juga menepis kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan dapat memengaruhi hasil pemilu. Ia menegaskan hanya pemilih Nigeria yang akan menentukan pemenang.

"Warga Nigeria yang akan menentukan hasil pemilu, bukan AI atau algoritma apa pun," ujarnya.

Amupitan turut memperingatkan staf INEC dan personel ad hoc, termasuk anggota Program Layanan Pemuda Nasional (NYSC), agar tidak mengompromikan proses pemilu. Ia menegaskan siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran pemilu akan menghadapi sanksi sesuai hukum.

Amupitan menegaskan tujuan utama komisi adalah menyelenggarakan pemilu yang memperkuat demokrasi dan mendorong pembangunan nasional. Menurut dia, seluruh tahapan pemilu, termasuk pemutakhiran daftar pemilih dan pengamanan logistik, disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Sumber: NigerianEye

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy