Nasi Dingin dan Pati Resisten: Manfaat Kesehatan serta Risiko Keracunannya

Nasi Dingin dan Pati Resisten: Manfaat Kesehatan serta Risiko Keracunannya

Kesehatan

Nasi dingin disebut lebih sehat karena kandungan pati resistennya lebih tinggi. Simak manfaat nasi dingin dan risiko keracunan Bacillus cereus.

Nasi yang disantap saat masih panas memang menggugah selera, apalagi jika ditambah lauk dan sambal. Namun, sebagian orang justru memilih menyimpan nasi di kulkas lebih dulu, lalu memanaskannya kembali sebelum dimakan.

Dari kebiasaan itu beredar anggapan bahwa nasi dingin lebih baik bagi kesehatan, bahkan dipercaya mampu menurunkan gula darah dan mengontrol berat badan. Pertanyaannya, benarkah demikian atau anggapan itu hanya mitos?

Kandungan pati resisten pada nasi dingin

Menurut penjelasan Healthline, nasi yang sudah didinginkan memiliki kandungan pati resisten yang lebih tinggi dibandingkan nasi yang baru matang.

Pati resisten adalah jenis karbohidrat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, tetapi dapat difermentasi oleh bakteri di usus. Fungsinya sebagai prebiotik yang menyediakan makanan bagi bakteri baik di saluran pencernaan.

Salah satu jenis pati resisten adalah retrograded starch yang terbentuk saat nasi dimasak lalu didinginkan. Uniknya, nasi yang didinginkan dan kemudian dipanaskan kembali memiliki kandungan pati resisten yang lebih tinggi.

Sebuah penelitian membandingkan nasi putih yang baru matang dengan nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali. Hasilnya, nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali mempunyai pati resisten 2,5 kali lebih tinggi dan terbukti bisa mengontrol gula darah dengan stabil.

Minyak kelapa dan waktu pendinginan

Mengutip BBC, ada satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kandungan pati resisten di nasi, yaitu memasaknya dengan satu sendok teh minyak kelapa selama 40 menit, lalu mendinginkan nasi dan menyimpannya di kulkas selama 12 jam.

Proses pendinginan berfungsi memproduksi pati resisten. Ketika nasi dimasak, amilosa yang merupakan bagian pati larut akan keluar dari granula selama proses gelatinisasi. Setelah itu, nasi yang didinginkan membuat molekul amilosa tersebut membentuk ikatan hidrogen yang membantu mengubah struktur pati menjadi lebih sulit dicerna.

Dengan proses itu, sebagian pati pada nasi berubah menjadi bentuk yang lebih sulit dicerna tubuh, sehingga sifatnya berbeda dari nasi yang baru matang.

Manfaat pati resisten

Pati resisten memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, antara lain:

  • memperbaiki pencernaan;
  • menjaga kesehatan usus;
  • mengatur kadar gula darah;
  • membuat kenyang lebih lama;
  • menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus.

Risiko keracunan makanan

Di sisi lain, memakan nasi dingin atau nasi yang dipanaskan lagi bisa meningkatkan risiko keracunan makanan akibat bakteri Bacillus cereus. Sekitar 15-30 menit setelah mengonsumsinya, bakteri tersebut bisa memicu kram perut, muntah, dan diare.

Yang perlu diketahui, masalah itu muncul bukan karena suhunya, melainkan karena cara nasi disimpan dan didinginkan. Bakteri berbahaya tersebut dapat berkembang biak dengan cepat ketika nasi berada pada suhu 4-60 derajat celcius.

Nasi matang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang bisa mendorong spora Bacillus cereus berkembang menjadi bakteri aktif. Bakteri itu kemudian berkembang biak sehingga menimbulkan keracunan makanan. Nasi yang dipanaskan lagi pun belum tentu terbebas dari racun tersebut.

Cara mencegah keracunan

Menurut penjelasan tersebut, kunci keamanan nasi dingin terletak pada penanganan setelah nasi matang, mulai dari pendinginan hingga pemanasan ulang sebelum disantap. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. segera mendinginkan nasi yang sudah matang;
  2. menyimpan nasi di kulkas dalam jangka waktu yang aman;
  3. tidak membiarkan nasi terlalu lama berada di suhu ruang;
  4. memanaskan kembali nasi sebelum dikonsumsi.

Secara ringkas, kandungan pati resisten yang lebih tinggi menjadi alasan nasi dingin disebut lebih sehat, sedangkan cara menyimpan dan mendinginkan nasi menentukan apakah makanan tersebut aman dikonsumsi.

Sumber: ANTARA Lifestyle

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy