Kilas Balik Piala Dunia Pelota Basque 2019 di Pau dan Oloron-Sainte-Marie

Kilas Balik Piala Dunia Pelota Basque 2019 di Pau dan Oloron-Sainte-Marie

Olahraga

Piala Dunia Pelota Basque 2019 nomor trinquet di Pau dan Oloron-Sainte-Marie berakhir dengan Prancis sebagai negara terbaik lewat koleksi empat emas.

Kejuaraan Dunia Pelota Basque nomor trinquet edisi 2019 digelar di dua kota di Prancis, Oloron-Sainte-Marie dan Pau. Ajang itu menjadi panggung bagi para pemain tuan rumah untuk mengukur kemampuan mereka menghadapi sejumlah negara pesaing, dengan babak final berlangsung pada 26 Oktober.

Sebelum babak final, para pemain Prancis tampil impresif pada laga-laga kualifikasi. Penampilan itu memastikan tuan rumah memiliki wakil di partai puncak. Lima tim Prancis berhasil menembus final dari enam disiplin yang dipertandingkan dalam kejuaraan dunia tersebut.

Babak final pada 26 Oktober menjadi penentu bagi tuan rumah. Lima tim Prancis tampil di partai puncak dari enam disiplin yang dipertandingkan.

Argentina hadang Prancis di paleta gomme creuse

Satu disiplin yang tidak berjalan mulus adalah paleta gomme creuse putra. Pada semifinal, Prancis tidak mampu mengalahkan Argentina, negara yang dikenal sebagai raja disiplin itu. Kekalahan tersebut menutup jalan tuan rumah ke partai final nomor tersebut.

Argentina memang dikenal sebagai penguasa paleta gomme creuse. Kekalahan di semifinal itu terjadi ketika Prancis berhadapan dengan salah satu kekuatan utama pada disiplin tersebut.

Dari nomor-nomor lain, Prancis tetap mengumpulkan kemenangan dan medali.

Ducassou pertahankan status juara dunia

Begitu pertandingan final dimulai, bola-bola dipukul dengan kuat dan melesat dengan kecepatan tinggi. Pada nomor main nue, juara dunia Battitt Ducassou membuktikan kelasnya dengan mempertahankan posisinya sebagai penguasa disiplin tersebut.

Ducassou menghadapi lawan yang tidak ringan, Eneko Maiz. Meski demikian, ia tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 8-15, 15-9, 10-3.

Tim main nue Prancis takluk dari Meksiko

Nasib berbeda dialami tim main nue Prancis yang diperkuat Peio Larralde dan Bixintxo Bilbao. Mereka harus mengakui keunggulan tim Meksiko yang digalang Martin Cabello dan Orlando Diaz dengan skor 15-8, 9-15, 5-10. Cabello dan Diaz adalah pemain Meksiko berpengalaman yang sebelumnya meraih status wakil juara dunia di Barcelona pada 2018.

Larretche dan Cambos tampil tenang

Di nomor paleta cuir, Denis Larretche dan Valentin Cambos memperlihatkan ketenangan. Keduanya berhasil mengalahkan Uruguay dengan skor 15-5, 15-6.

Prancis juga meraih kemenangan di disiplin baline dan xare. Dua kemenangan itu menambah raihan tuan rumah pada edisi 2019 dan melengkapi penampilan positif skuad Prancis.

Kemenangan di baline dan xare menambah panjang daftar hasil positif Prancis. Bersama nomor main nue perseorangan dan paleta cuir, hasil itu menjadi bagian dari raihan medali tuan rumah pada kejuaraan tersebut.

Enam medali, empat di antaranya emas

Secara keseluruhan, para atlet Prancis tampil maksimal dan menyumbangkan enam medali, terdiri dari empat emas, satu perak, dan satu perunggu. Raihan tersebut menjadikan Prancis sebagai negara pertama pada Piala Dunia trinquet edisi 2019.

Posisi itu diraih setelah Prancis mengumpulkan kemenangan di sejumlah nomor, antara lain main nue perseorangan, paleta cuir, baline, dan xare.

Dengan hasil tersebut, Prancis menutup Piala Dunia trinquet 2019 sebagai negara dengan koleksi empat emas, satu perak, dan satu perunggu.

Rekap hasil

  • Paleta gomme creuse putra: Prancis kalah dari Argentina pada semifinal.
  • Main nue perseorangan: Battitt Ducassou mengalahkan Eneko Maiz dengan skor 8-15, 15-9, 10-3.
  • Main nue tim: Peio Larralde dan Bixintxo Bilbao kalah dari Martin Cabello dan Orlando Diaz (Meksiko) dengan skor 15-8, 9-15, 5-10.
  • Paleta cuir: Denis Larretche dan Valentin Cambos mengalahkan Uruguay dengan skor 15-5, 15-6.
  • Baline dan xare: Prancis meraih kemenangan.

Sumber: Sud Ouest

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy