Gol Olimpico Petteri Pennanen saat KuPS Menghadapi Trabzonspor di Conference League

Gol Olimpico Petteri Pennanen saat KuPS Menghadapi Trabzonspor di Conference League

Olahraga

Gol olimpico Petteri Pennanen ke gawang Trabzonspor yang dikawal André Onana jadi sorotan, meski KuPS akhirnya kalah 2-4.

Nama Petteri Pennanen kembali menjadi perbincangan di kalangan pengikut sepak bola Eropa. Ia merupakan eks pemain yang pernah merumput di Indonesia bersama Tira Persikabo beberapa tahun silam, dan kini bermain di Eropa serta berkesempatan tampil di kompetisi tingkat benua.

Perhatian publik tertuju pada gol indah yang dicetaknya ketika membela klubnya, KuPS, menghadapi Trabzonspor di ajang Conference League, Jumat, 16 Oktober 2026. Gol tersebut lahir langsung dari sepak pojok ke gawang Trabzonspor yang dikawal André Onana.

Dalam eksekusi itu, Pennanen mengarahkan tendangan sehingga bola melengkung tajam ke arah gawang. Arah bola yang tak biasa membuat Onana, kiper Manchester United, tidak mampu mengantisipasi dengan sempurna karena berada dalam posisi yang salah. Bola pun meluncur mulus ke dalam gawang tanpa hambatan.

Gol dari sepak pojok yang langsung masuk dikenal dengan sebutan gol olimpico. Meski demikian, gol olimpico Pennanen ternyata tidak mampu membawa timnya meraih kemenangan. Klub asal Finlandia itu pada akhirnya harus menelan kekalahan 2-4 dari Trabzonspor.

Jejak Singkat di Tira Persikabo

Pennanen membela Tira Persikabo pada musim 2020. Ia bergabung pada bulan Januari untuk ikut berlaga di Liga 1. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda membuat perjalanannya di Indonesia hanya berlangsung singkat. Pada bulan Juli, ia memutuskan hengkang.

Selama berseragam Tira Persikabo, Pennanen hanya tampil tiga kali bersama Laskar Padjadjaran. Berdasarkan catatan Flashscore, tidak ada gol maupun assist yang dicatatkannya untuk klub tersebut.

Kembali ke KuPS

Setelah meninggalkan Tira Persikabo, Pennanen bergabung dengan KuPS. Klub itu sebenarnya bukan hal baru baginya. Ia diketahui pernah dua kali memperkuat KuPS, yakni pada 2007-2009 dan 2015-2019.

Kesan soal Liga 1

Meski hanya sebentar di Indonesia, Pennanen tampaknya memiliki kesan tersendiri terhadap sepak bola Tanah Air. Menurutnya, Liga 1 adalah kompetisi yang permainannya sungguh keras. Hal itu berbeda dengan apa yang ia temukan di luar lapangan, tempat ia menilai orang Indonesia ramah-ramah.

"Liga 1 keras! Para pemain di sini benar-benar bertarung melakukan apa pun agar bisa menang. Bahkan kalau bisa berdarah, ya sampai berdarah. Ini sungguh berbeda dengan saat hidup normal, di luar lapangan mereka ramah-ramah," ujarnya dalam suatu wawancara dengan media Finlandia, Yle, pada tahun 2020.

Pennanen menilai para pemain di Indonesia seolah tidak bisa marah karena kenyataannya mereka sangat ramah dan kalem di luar lapangan. Namun, menurutnya, hal yang sebaliknya terjadi saat mereka berada di lapangan.

Gol Olimpico di Liga 1

Gol olimpico bukan hal yang hanya terjadi di kompetisi Eropa. Di Indonesia, gol serupa pernah tercatat. Misalnya tiga tahun silam, saat PSIS Semarang mengalahkan Arema FC 2-0 dalam laga pekan ketujuh Liga 1 2023-2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu, 9 Agustus 2023.

Kala itu, Septian David Maulana mencetak gol olimpico yang turut membawa PSIS menang 2-0.

Sumber: Good News From Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy