33 Guru Agama Hindu Kuta Susun Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka

33 Guru Agama Hindu Kuta Susun Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka

Pendidikan

Sebanyak 33 guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti se-Kecamatan Kuta mengikuti workshop penyusunan rencana pembelajaran mendalam dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SD No. 3 Legian.

Sebanyak 33 guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti se-Kecamatan Kuta, Badung, mengikuti Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam Agama Hindu dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Hindu Kecamatan Kuta itu berlangsung di SD No. 3 Legian, Kecamatan Kuta, Jumat (23/10/2026).

Workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat pemahaman tentang pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning, sekaligus menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Kegiatan ini berangkat dari pandangan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu tidak cukup hanya menyampaikan materi ajaran di kelas, tetapi juga perlu membimbing murid memahami makna ajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Alasan kegiatan digelar

Ketua KKG Agama Hindu Kecamatan Kuta, Putu Eka Agus Mikananta, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan guru untuk menyesuaikan praktik pembelajaran dengan arah Kurikulum Merdeka. Menurut dia, pembelajaran perlu diarahkan agar murid tidak hanya menuntaskan materi, tetapi juga memahami konsep, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, dan menunjukkan perubahan sikap yang positif.

Dalam Pendidikan Agama Hindu, pendekatan tersebut dinilai penting karena pembelajaran mencakup pemahaman tattwa atau filsafat dan kebenaran ajaran, susila atau etika, serta acara agama atau praktik keagamaan. Ketiga aspek itu perlu dipelajari secara terpadu agar pengetahuan agama dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan perilaku murid.

Materi dan narasumber

Materi workshop disampaikan oleh I Nengah Asrama Juta Ningrat, S.Ag., M.Fil.H., dan I Putu Bagus Yudi Pratama, S.Pd.Gr. Peserta diajak mendalami prinsip Pembelajaran Mendalam, menelaah rancangan pembelajaran, serta mendiskusikan penerapannya sesuai kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Ukuran keberhasilan kegiatan

Mikananta menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah guru yang hadir atau kelengkapan perangkat pembelajaran. Hal yang lebih penting adalah kemampuan guru menerapkan hasil workshop di kelas, melakukan refleksi, dan memperbaiki metode pembelajaran berdasarkan kebutuhan murid. KKG diharapkan menjadi komunitas belajar profesional yang mendorong guru saling berbagi pengalaman dan praktik baik.

Keteladanan dan nilai Tri Kaya Parisudha

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam pembelajaran Agama Hindu. Nilai seperti kejujuran, kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama akan lebih mudah dipahami murid apabila dicontohkan dalam perilaku sehari-hari.

Nilai Tri Kaya Parisudha, yakni penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan, dapat diterapkan melalui kebiasaan berpikir positif, berbicara santun, dan bertindak baik.

Literasi digital dan pemanfaatan AI

Selain penguatan karakter, guru juga perlu mengembangkan literasi digital dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), misalnya, dapat membantu menyiapkan ide kegiatan dan bahan ajar. Namun, informasi yang dihasilkan tetap harus diperiksa, terutama ketika berkaitan dengan istilah, sumber sastra, mantra, sloka, dan ajaran keagamaan.

Pembukaan dan kehadiran

Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Made Subawa, S.E., M.Pd. Kegiatan turut dihadiri Koordinator Wilayah Disdikpora Kecamatan Kuta, Ni Putu Warsini, S.Pd., M.P., serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kuta, Ni Komang Sri Wardhani, S.Si., M.Pd.

Harapan tindak lanjut

Melalui kegiatan ini, KKG Agama Hindu Kecamatan Kuta berharap guru tidak berhenti pada penyusunan administrasi pembelajaran, tetapi mampu menghadirkan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi murid. Hasil workshop diharapkan ditindaklanjuti melalui penerapan di kelas, refleksi bersama, dan berbagi pengalaman pada pertemuan KKG berikutnya.

Sumber: Nusa Bali

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy