Hari Jadi ke-68 UMS, Rektor Laporkan Ketercapaian Renstra 113,3 Persen
PendidikanHari Jadi ke-68 UMS diwarnai laporan capaian Renstra tahun akademik 2025/2026 dengan rata-rata ketercapaian indikator 113,3 persen dari target.
Sebanyak 33 guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti se-Kecamatan Kuta mengikuti workshop penyusunan rencana pembelajaran mendalam dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SD No. 3 Legian.
Sebanyak 33 guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti se-Kecamatan Kuta, Badung, mengikuti Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam Agama Hindu dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Hindu Kecamatan Kuta itu berlangsung di SD No. 3 Legian, Kecamatan Kuta, Jumat (23/10/2026).
Workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat pemahaman tentang pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning, sekaligus menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid. Kegiatan ini berangkat dari pandangan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu tidak cukup hanya menyampaikan materi ajaran di kelas, tetapi juga perlu membimbing murid memahami makna ajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Table of contents [Show]
Ketua KKG Agama Hindu Kecamatan Kuta, Putu Eka Agus Mikananta, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan guru untuk menyesuaikan praktik pembelajaran dengan arah Kurikulum Merdeka. Menurut dia, pembelajaran perlu diarahkan agar murid tidak hanya menuntaskan materi, tetapi juga memahami konsep, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, dan menunjukkan perubahan sikap yang positif.
Dalam Pendidikan Agama Hindu, pendekatan tersebut dinilai penting karena pembelajaran mencakup pemahaman tattwa atau filsafat dan kebenaran ajaran, susila atau etika, serta acara agama atau praktik keagamaan. Ketiga aspek itu perlu dipelajari secara terpadu agar pengetahuan agama dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan perilaku murid.
Materi workshop disampaikan oleh I Nengah Asrama Juta Ningrat, S.Ag., M.Fil.H., dan I Putu Bagus Yudi Pratama, S.Pd.Gr. Peserta diajak mendalami prinsip Pembelajaran Mendalam, menelaah rancangan pembelajaran, serta mendiskusikan penerapannya sesuai kondisi satuan pendidikan masing-masing.
Mikananta menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah guru yang hadir atau kelengkapan perangkat pembelajaran. Hal yang lebih penting adalah kemampuan guru menerapkan hasil workshop di kelas, melakukan refleksi, dan memperbaiki metode pembelajaran berdasarkan kebutuhan murid. KKG diharapkan menjadi komunitas belajar profesional yang mendorong guru saling berbagi pengalaman dan praktik baik.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam pembelajaran Agama Hindu. Nilai seperti kejujuran, kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama akan lebih mudah dipahami murid apabila dicontohkan dalam perilaku sehari-hari.
Nilai Tri Kaya Parisudha, yakni penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan, dapat diterapkan melalui kebiasaan berpikir positif, berbicara santun, dan bertindak baik.
Selain penguatan karakter, guru juga perlu mengembangkan literasi digital dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), misalnya, dapat membantu menyiapkan ide kegiatan dan bahan ajar. Namun, informasi yang dihasilkan tetap harus diperiksa, terutama ketika berkaitan dengan istilah, sumber sastra, mantra, sloka, dan ajaran keagamaan.
Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Made Subawa, S.E., M.Pd. Kegiatan turut dihadiri Koordinator Wilayah Disdikpora Kecamatan Kuta, Ni Putu Warsini, S.Pd., M.P., serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kuta, Ni Komang Sri Wardhani, S.Si., M.Pd.
Melalui kegiatan ini, KKG Agama Hindu Kecamatan Kuta berharap guru tidak berhenti pada penyusunan administrasi pembelajaran, tetapi mampu menghadirkan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi murid. Hasil workshop diharapkan ditindaklanjuti melalui penerapan di kelas, refleksi bersama, dan berbagi pengalaman pada pertemuan KKG berikutnya.
Sumber: Nusa Bali
Hari Jadi ke-68 UMS diwarnai laporan capaian Renstra tahun akademik 2025/2026 dengan rata-rata ketercapaian indikator 113,3 persen dari target.
Tim Ekspedisi Patriot ITS menghadirkan formulir daring Beasiswa ADiK di Manokwari Selatan, Papua Barat, agar pelajar lebih mudah mengakses layanan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Disdik memastikan TKA Jawa Timur bebas kendala listrik dan internet. Sebanyak 438.126 pelajar ikut.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.