Khofifah Minta Disdik Jatim Pastikan TKA Bebas Kendala Teknis

Khofifah Minta Disdik Jatim Pastikan TKA Bebas Kendala Teknis

Pendidikan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Disdik memastikan TKA Jawa Timur bebas kendala listrik dan internet. Sebanyak 438.126 pelajar ikut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi setempat memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat terbebas dari kendala teknis. Kendala yang dimaksud meliputi gangguan jaringan listrik dan koneksi internet. Permintaan itu ia sampaikan setelah meninjau pelaksanaan hari pertama TKA di SMK Negeri 8 Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Menurut Khofifah, ada dua hal yang harus dipastikan aman agar pelaksanaan ujian berjalan lancar, yakni jaringan listrik dan konektivitas atau koneksi internet di lokasi tes. Keduanya ia sampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Saya tadi menyampaikan kepada Pak Kepala Dinas Pendidikan, pertama soal jaringan listrik itu harus aman dan kedua konektivitas (koneksi internet) pun supaya tetap dipastikan aman," kata Khofifah.

Ia menilai kendala teknis sekecil apa pun, mulai dari gangguan koneksi internet hingga pemadaman listrik, akan mengganggu konsentrasi siswa dan siswi dalam mengerjakan soal tes.

Khofifah menyatakan sebelum TKA resmi diselenggarakan, sederet persiapan matang telah dilakukan melalui uji coba. Dari uji coba tersebut, menurutnya, tidak ditemukan kendala teknis apa pun.

Pesan bagi para pelajar

Kepada para pelajar, Khofifah mengingatkan agar bersungguh-sungguh, mengandalkan kemampuan diri sendiri, dan tidak menganggap remeh mata pelajaran tertentu yang diujikan.

"Ini menjadi bagian penting untuk melihat standar dari capaian akademik anak-anak," ujar dia.

Khofifah berpesan agar pelajar memanfaatkan kesempatan mengikuti TKA dengan baik karena hasil tes menggambarkan capaian akademik mereka.

Peninjauan dilakukan gubernur pada hari pertama penyelenggaraan TKA. Ujian diikuti pelajar dari jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat di seluruh Jawa Timur.

Diikuti 438.126 pelajar

Kepala Disdik Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelajar di Jawa Timur memiliki animo yang baik terhadap penyelenggaraan TKA. Pelaksanaan tes yang dimulai hari ini diikuti sebanyak 438.126 pelajar se-Jawa Timur.

Menurut Aries, animo itu tampak dari kepedulian pelajar yang ingin mengetahui tingkat literasi dan numerasi mereka, sekaligus prestasi selama mengikuti proses belajar di sekolah.

"Ada kepedulian anak-anak yang memiliki keinginan mengetahui bagaimana tingkat literasi dan numerasi, serta prestasi dalam proses belajar selama ini," ucap Aries.

Ia berharap seluruh peserta TKA bekerja keras dan mengerjakan semua soal ujian dengan tidak terburu-buru.

Nilai TKA dan jalur SNBP

Aries menjelaskan, nilai TKA akan diakumulasikan dengan nilai rapor pelajar selama tiga tahun di sekolah dan menjadi syarat kelulusan. Nilai itu juga menjadi salah satu dasar untuk masuk perguruan tinggi negeri, antara lain melalui jalur SNBP.

"Nilai TKA akan diakumulasikan dengan nilai rapor pelajar selama tiga tahun di sekolah, cuma buka sebagai syarat kelulusan, tetapi untuk masuk di perguruan tinggi negeri, salah satunya melalui jalur SNBP," tuturnya.

TKA jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur mulai digelar pada Senin ini dan diikuti 438.126 pelajar. Pemerintah provinsi menekankan pentingnya kesiapan listrik dan jaringan internet agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian tanpa hambatan teknis.

Sumber: Antara Terkini

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy