Dikeluarkan dari Ikogosi Marathon 2026, Sowore Desak Sanksi Internasional

Dikeluarkan dari Ikogosi Marathon 2026, Sowore Desak Sanksi Internasional

Olahraga

Ikogosi Marathon 2026 digelar tanpa Omoyele Sowore. Panitia menyebut alasan keamanan, sementara Sowore meminta sanksi internasional.

Aktivis hak asasi manusia yang juga calon presiden dari African Action Congress (AAC), Omoyele Sowore, meminta dunia internasional menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara Ikogosi Marathon dan Gubernur Ekiti State, Biodun Oyebanji. Permintaan itu disampaikan setelah Sowore dikeluarkan dari edisi 2026 lomba lari tersebut.

Ikogosi Marathon Initiative mengumumkan keputusan itu pada Sabtu, bertepatan dengan jadwal lomba sejauh 17,5 kilometer. Penyelenggara menyebut keputusan diambil karena kekhawatiran keamanan yang terkait dengan insiden terkini yang melibatkan Sowore dan sejumlah rekannya di Ekiti State.

Sudah mendaftar, tetapi tak dapat nomor bib

Melalui pernyataan manajemen, penyelenggara menyatakan Sowore sebenarnya telah mendaftar untuk ikut berlari, tetapi tidak menerima nomor bib maupun izin untuk tampil di lintasan. Menurut mereka, keputusan tersebut diambil setelah meninjau bukti yang diperoleh secara independen dan dapat diverifikasi mengenai kegiatan Sowore bersama anggota timnya di kantor penyelenggara serta sejumlah lokasi lain di negara bagian itu.

Penyelenggara menilai keikutsertaan Sowore berpotensi menimbulkan risiko keamanan dan mengganggu upaya menjaga suasana olahraga yang damai. Mereka menegaskan keputusan itu tidak dilatarbelakangi politik dan murni berdasarkan pertimbangan keamanan serta perilaku yang terdokumentasi, bukan karena pandangan atau afiliasi politik Sowore.

Ikogosi Marathon Initiative juga mengulang kebijakan lama mereka yang menolak penggunaan acara, fasilitas, maupun merek lomba untuk kampanye politik dan kegiatan partisan. Menurut mereka, lomba harus tetap menjadi panggung olahraga yang netral.

Sowore minta World Athletics turun tangan

Menanggapi keputusan itu, Sowore mengutuknya dan mendesak World Athletics, badan pengatur atletik dunia, menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara serta mencegah mereka menggelar ajang olahraga lainnya di masa depan.

Dalam pernyataan yang dibagikan di akun X miliknya, ia menuduh penyelenggara maraton yang dipimpin Makinde Araoye terlibat dalam dugaan penyerangan terhadap dirinya dan anggota timnya di Ekiti State. Ia menyebut pernyataan penyelenggara sebagai pengakuan yang memberatkan diri sendiri.

Menurut Sowore, kompetisi olahraga tidak boleh dijadikan sarana intimidasi politik, kekerasan, atau perundungan. Ia menegaskan ajang olahraga tidak boleh berubah menjadi tempat berburu bagi preman politik, kekerasan yang disponsori pemerintah, intimidasi, atau pembunuhan, dan peserta harus dijamin keselamatannya apa pun keyakinan politiknya.

"Sporting events must never become hunting grounds for political thugs, government-sponsored violence, intimidation or assassination. Participants must be guaranteed safety regardless of their political beliefs."

Sowore juga menuntut penyelidikan independen atas keadaan di sekitar dugaan penyerangan tersebut dan meminta pihak yang bertanggung jawab diidentifikasi serta dituntut secara hukum.

Ia lebih lanjut mengancam menempuh langkah hukum terhadap penyelenggara maraton dan Pemerintah Ekiti State, dengan menyatakan akan mengeksplorasi seluruh opsi hukum yang tersedia di Nigeria maupun di tingkat internasional.

Beda versi soal insiden di Ado-Ekiti

Kontroversi ini menyusul insiden di Ado-Ekiti pada Jumat yang menurut laporan membuat Sowore dan anggota timnya diserang serta mengalami luka.

Kepolisian Ekiti State menyebut insiden itu sebagai perselisihan dan mengonfirmasi Sowore menerima perawatan medis. Namun Sowore menolak keterangan tersebut dan bersikeras bahwa ia diserang oleh preman bersenjata yang mengancam nyawanya.

Perbedaan versi itu memperuncing ketegangan antara Sowore, kepolisian, dan penyelenggara maraton, dengan masing-masing pihak mempertahankan klaimnya.

Meski polemik berlangsung, Ikogosi Marathon Initiative menyatakan lomba 2026 tetap terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang yang mematuhi aturan dan ketentuan. Mereka juga menegaskan komitmen menjaga suasana yang aman dan netral secara politik bagi atlet, ofisial, relawan, dan penonton.

Sumber: NigerianEye

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy