ULM dan KKP Jalin Sinergi Strategis untuk Perikanan Tangkap Nasional

Nasional
ULM dan KKP Jalin Sinergi Strategis untuk Perikanan Tangkap Nasional

ULM dan KKP menjalin sinergi untuk memperkuat perikanan tangkap nasional, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih di 44 titik Kalimantan Selatan.

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi menjalin sinergi strategis dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk memperkuat sektor perikanan tangkap nasional. Kerja sama tersebut diumumkan pada Sabtu (24/10) dan disebut sebagai langkah krusial dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Adapun program prioritas yang dimaksud adalah optimalisasi pengelolaan sumber daya kelautan.

Kontribusi perguruan tinggi

Wakil Rektor IV ULM Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi, Yusuf Azis, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan sektor kelautan. Menurut dia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ULM berperan sebagai pusat keunggulan riset kelautan di Kalimantan.

Yusuf menjelaskan, kesiapan ULM dalam kerja sama tersebut tercermin dari tiga hal yang akan dihadirkan. Ketiganya adalah riset berbasis data, inovasi teknologi penangkapan ikan, serta pembinaan langsung kepada nelayan.

ΓÇ£Kami siap menghadirkan riset berbasis data, inovasi teknologi penangkapan ikan, serta pembinaan langsung kepada nelayan,ΓÇ¥ tegasnya mewakili Rektor ULM Iwan Aflanie.

Melalui pernyataan itu, ULM menempatkan dukungan riset dan pendampingan bagi nelayan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan perikanan tangkap nasional.

Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih

Salah satu agenda utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut akan menyasar delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang mencakup 44 titik lokasi.

Yusuf menargetkan pengerjaan program itu dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua bulan. Menurut dia, ULM akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dalam bentuk program kerja nyata.

  • Delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menjadi sasaran program
  • Program mencakup 44 titik lokasi
  • Target penyelesaian kurang lebih dua bulan

Langkah tersebut diarahkan agar memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat pesisir. Selain itu, program ini diharapkan mendorong kemajuan sektor kelautan Indonesia secara berkelanjutan.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan transfer pengetahuan

Kolaborasi ini juga dirancang untuk memfasilitasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui sinergi tersebut, ruang magang bagi mahasiswa akan diperluas.

Di samping itu, kerja sama ini menjadi sarana transfer pengetahuan yang akurat. Pengetahuan tersebut diperlukan guna mendukung kebijakan perikanan nasional.

Optimalisasi laboratorium dan stasiun lapangan

Ruang lingkup kerja sama itu juga mencakup optimalisasi fasilitas laboratorium dan stasiun lapangan milik ULM. Fasilitas tersebut akan diarahkan untuk mendukung riset serta pengembangan teknologi perikanan tangkap yang lebih modern.

Dengan cakupan itu, sinergi ULM dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP meliputi penguatan riset, perluasan ruang magang mahasiswa melalui MBKM, serta pembinaan nelayan lewat program Kampung Nelayan Merah Putih di Kalimantan Selatan.

Sumber: Republika

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy