MUI Ingatkan Pemerintah soal Potensi Benturan di Masyarakat Imbas Konser Andrea Bocelli
NasionalMUI mengingatkan pemerintah soal potensi benturan di masyarakat menyusul rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi lima kali sejak dini hari hingga pagi 26 Oktober 2026, dengan status masih Siaga atau Level III.
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami lima kali erupsi pada Senin (26/10/2026). Rentetan letusan itu tercatat sejak dini hari hingga pagi, sementara status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi pertama terjadi pada pukul 00.42 WIB dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 2 menit 12 detik.
Erupsi kedua berlangsung pada pukul 06.37 WIB dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 1 menit 21 detik. Letusan pada waktu itu disertai guguran.
Selanjutnya, erupsi terjadi pada pukul 07.30 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 1 menit 57 detik.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.41 WIB. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 2 menit 5 detik.
Erupsi kelima terjadi pada pukul 10.03 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 1 menit 55 detik.
Erupsi pertama terjadi jauh sebelum empat letusan berikutnya. Setelah letusan pukul 00.42 WIB, aktivitas serupa baru tercatat lagi pada pukul 06.37 WIB, lalu berlanjut pada pukul 07.30 WIB, 08.41 WIB, dan 10.03 WIB. Seluruh catatan tersebut disampaikan PVMBG pada hari yang sama.
Table of contents [Show]
Dalam kelima laporan tersebut, PVMBG menyatakan tinggi kolom abu tidak teramati. Keterangan itu muncul pada seluruh catatan erupsi yang diterbitkan sejak pukul 00.42 WIB hingga pukul 10.03 WIB.
Pada laporan erupsi pukul 06.37 WIB, 07.30 WIB, 08.41 WIB, dan 10.03 WIB, PVMBG menyatakan erupsi masih berlangsung saat masing-masing laporan diterbitkan.
Dengan demikian, empat dari lima laporan yang dihimpun memuat keterangan bahwa aktivitas erupsi belum berakhir pada saat laporan itu dirilis. Hingga laporan pukul 10.03 WIB, PVMBG masih menyatakan erupsi berlangsung.
Meski erupsi terjadi lima kali dalam satu hari, status Gunung Semeru tidak berubah. PVMBG mencatat gunung yang berada di Jawa Timur itu masih berstatus Level III atau Siaga.
Catatan erupsi hari itu menunjukkan amplitudo maksimum yang bervariasi, mulai dari 11 mm hingga 22 mm. Adapun durasi letusan berkisar dari 1 menit 21 detik sampai 2 menit 12 detik.
Tiga erupsi terakhir, pada pukul 07.30 WIB, 08.41 WIB, dan 10.03 WIB, tercatat dengan amplitudo maksimum yang sama, yakni 22 mm. Sementara itu, erupsi pukul 06.37 WIB menjadi satu-satunya yang dilaporkan disertai guguran.
Erupsi pukul 06.37 WIB juga tercatat dengan amplitudo maksimum paling rendah di antara kelima letusan, yaitu 11 mm. Adapun durasi terpendek terjadi pada erupsi yang sama, yakni 1 menit 21 detik, sedangkan durasi terpanjang tercatat pada erupsi pukul 00.42 WIB selama 2 menit 12 detik.
Kelima laporan erupsi tersebut dilaporkan PVMBG dengan keterangan tinggi kolom abu yang tidak teramati. Status Level III atau Siaga pada Gunung Semeru tetap tercatat pada laporan terakhir pukul 10.03 WIB.
Sumber: Okezone News
MUI mengingatkan pemerintah soal potensi benturan di masyarakat menyusul rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Pemkot Jakarta Timur menyalurkan bantuan kebakaran Rawamangun berupa natura dan makanan siap saji bagi 20 jiwa penyintas dua rumah yang terbakar.
Pemkot Jakarta Timur menjaring 25 pembuang sampah liar di Kramat Jati lewat OTT di Jalan Raya Bogor. Denda Rp1,4 juta masuk kas daerah.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.