Tamfest Vol. 2 di Karangasem Panggungkan Seniman Muda Lewat Ogoh-ogoh

Tamfest Vol. 2 di Karangasem Panggungkan Seniman Muda Lewat Ogoh-ogoh

Hiburan

Tamfest 2026 Karangasem menghadirkan lomba ogoh-ogoh mini, tapel ogoh-ogoh, serta tari Puspanjali dan Condong di Banjar Adat Tampuagan.

Banjar Adat Tampuagan, Karangasem, menjadi tempat penyelenggaraan Tampuagan Festival (Tamfest) Vol. 2 pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi Sekaa Teruna (ST) Kumuda Jaya ini disiapkan sebagai panggung bagi kreativitas seniman muda di Kabupaten Karangasem, terutama dalam berkarya ogoh-ogoh.

Festival tahun kedua tersebut menghadirkan empat kategori lomba, yakni tari Puspanjali untuk usia 6ΓÇô10 tahun, tari Condong untuk usia 8ΓÇô12 tahun, tapel ogoh-ogoh kategori pelajar, serta ogoh-ogoh mini kategori umum. Melalui lomba itu, penyelenggara ingin karya generasi muda setempat semakin dikenal, tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga di luar Karangasem.

Berawal dari pengalaman lomba di luar kabupaten

Ketua ST Kumuda Jaya, I Gede Wikram Aditya Baruna, 19, mengatakan Tamfest berawal dari keinginan anggota ST untuk menghadirkan ajang lomba ogoh-ogoh di Karangasem. Sebelumnya, sejumlah anggota dan senior mereka mengikuti lomba ogoh-ogoh mini di luar kabupaten. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di daerah sendiri sekaligus membuka ruang bagi kreativitas seniman muda.

ΓÇ£Melalui kegiatan lomba yang kami selenggarakan ini, kami ingin menunjukkan bahwa upaya menjaga seni dan budaya Bali bukan sekadar angan-angan atau teori. Kami ingin membangkitkan gairah seniman muda Karangasem agar kreativitasnya, khususnya dalam berkarya ogoh-ogoh, dapat dikenal lebih luas,ΓÇ¥ ujar Wikram.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mencatat 23 peserta lomba ogoh-ogoh mini, 33 peserta lomba tapel ogoh-ogoh, 30 peserta tari Puspanjali, dan 28 peserta tari Condong. Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Karangasem, antara lain Sidemen, Culik, dan Bebandem.

Penambahan kategori tari dan kendala persiapan

Menurut Wikram, Tamfest tahun ini mengalami perubahan pada kategori tari dengan penambahan lomba tari Condong. Sistem perlombaan juga disederhanakan agar lebih nyaman bagi peserta.

Antusiasme peserta, terutama pada kategori tapel ogoh-ogoh tingkat pelajar, tetap tinggi meskipun persiapan sempat terkendala kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Kondisi tersebut berangsur pulih sebelum hari pelaksanaan.

Harapan atas identitas karya ogoh-ogoh

Wikram berharap Tamfest tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan juara, tetapi juga ruang pembinaan dan pengenalan karya. Ia ingin Karangasem memiliki identitas karya ogoh-ogoh yang semakin kuat, sebagaimana daerah lain dikenal dengan karakter kreativitas masing-masing.

Menurutnya, keterbatasan dukungan tidak semestinya memadamkan semangat berkarya. Kegiatan seperti Tamfest dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan potensi seniman muda setempat.

Pembukaan dan tim penilai

Festival dibuka oleh Bendesa Adat Tampuagan, Made Murti, serta dihadiri kelian adat, kelian dinas, dan peserta lomba. Penilaian kategori ogoh-ogoh mini dan tapel dilakukan oleh Sugi Sujatmika, Agus Kokak, dan Wiriantika. Sementara itu, kategori tari Puspanjali dan Condong dinilai Wiwin Sari Putri, Pande Mahardika, dan Pande Partayana.

Wikram berharap Tamfest dapat berlanjut pada 2027 dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Ia juga berharap festival ini menjadi wadah berkelanjutan bagi generasi muda Karangasem untuk mengembangkan kreativitas, merawat seni dan budaya Bali, serta memperkenalkan karya ogoh-ogoh daerah ke tingkat yang lebih luas.

Sumber: Nusa Bali

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy