Sonowal Tawarkan Peluang Industri Perkapalan India ke Korea Selatan

Sonowal Tawarkan Peluang Industri Perkapalan India ke Korea Selatan

Ekonomi

Menteri Sarbananda Sonowal memulai kunjungan empat hari untuk mendorong kerja sama perkapalan India Korea, termasuk lewat kerangka VOYAGES.

Pertemuan dengan profesional India di Busan

Menteri Pelabuhan, Perkapalan, dan Jalur Air India Sarbananda Sonowal memulai kunjungan kerja empat hari pada Minggu. Kunjungan itu ia awali di Busan, yang disebutnya sebagai pusat industri maritim Korea Selatan, untuk menawarkan peluang sektor maritim India kepada kalangan industri Korea Selatan di tengah upaya kedua negara memperluas kerja sama pembangunan kapal. Hal itu disampaikan melalui pernyataan resmi.

Di Busan, Sonowal bertemu dengan para profesional India yang bekerja di industri pembangunan kapal Korea Selatan. Duta Besar India untuk Korea Selatan Gourangalal Das menyambut para peserta pertemuan tersebut dan memperkenalkan komunitas itu, yang antara lain mencakup orang-orang dari Samsung Heavy Industries, Hanwha Ocean, HD Hyundai, DNV, dan Indian Register of Shipping.

"Kehadiran Anda di Korea, di jantung salah satu ekosistem pembangunan kapal paling maju di dunia, merupakan kebanggaan bagi India," kata Sonowal seperti dikutip dalam pernyataan resmi.

Kerangka VOYAGES

Sonowal meminta para profesional itu memandang kerangka kerja yang diadopsi kedua negara pada April, saat kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke India, sebagai sesuatu yang lebih dari kesepakatan antarpemerintah. Kerangka kerja bernama VOYAGES tersebut mencakup kerja sama di bidang pembangunan kapal, pelayaran, dan logistik maritim.

"Saya ingin Anda melihat VOYAGES bukan sekadar sebagai kerangka pemerintah, melainkan sebagai platform bagi pertumbuhan profesional Anda dan bagi masa depan maritim India," ujarnya.

Target maritim India

Menurut Sonowal, India menargetkan diri menjadi pusat pembangunan kapal, perbaikan kapal, manufaktur maritim, dan logistik yang berdaya saing global melalui Maritime India Vision 2030 dan Maritime Amrit Kaal Vision 2047 di bawah Perdana Menteri Narendra Modi. Untuk itu, ia menyebut India akan membutuhkan jauh lebih banyak pembangun kapal, insinyur kelautan, arsitek perkapalan, perancang, tukang las, manajer proyek, dan spesialis teknologi.

Ia meminta para profesional tersebut membawa pengalaman mereka di Korea ke tanah air atau mendukung perusahaan India dari Korea. "Anda dapat berperan sebagai jembatan hidup antara jaringan Anda di kedua negara," kata Sonowal. Ia juga mendorong mereka membimbing para profesional muda India dan ikut ambil bagian dalam India Ship Technology Centre serta kemitraan keterampilan pembangunan kapal antara India dan Korea International Cooperation Agency.

Tiga masukan yang diminta

Dalam pertemuan itu, Sonowal meminta saran praktis dari komunitas tersebut mengenai tiga persoalan. Pertama, bagaimana meningkatkan produktivitas galangan kapal dan pelaksanaan proyek. Kedua, bagaimana membangun tenaga kerja terampil yang berdaya saing global. Ketiga, bagaimana industri India dan Korea dapat memperdalam kerja sama di bidang teknologi, manufaktur, dan inovasi.

"Kami mencari kemitraan dengan Korea di bidang pembangunan kapal, pelayaran, pelabuhan, dan logistik maritim," kata Sonowal.

Kunjungan itu juga menjadi kesempatan bagi India untuk memaparkan peluang di sektor maritim kepada industri Korea Selatan, termasuk pembangunan kapal, pelayaran, pelabuhan, dan logistik maritim.

Agenda berikutnya

Rangkaian kunjungan Sonowal mencakup pertemuan dengan para pemimpin industri pembangunan kapal global, badan-badan industri maritim, serta lembaga pemikir dan riset maritim. Ia juga dijadwalkan mengikuti diskusi meja bundar tingkat menteri di Busan dalam rangka Hari Maritim Dunia. Perwakilan tingkat menteri dari negara-negara maritim utama dunia bersama Sekretaris Jenderal International Maritime Organisation (IMO) diperkirakan hadir dalam forum tersebut.

Sumber: The Hindu BusinessLine

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy