BEI Beralih ke Investigasi Manipulasi Harga, Saham Lapis Ketiga dan Promosi Influencer Disorot

BEI Beralih ke Investigasi Manipulasi Harga, Saham Lapis Ketiga dan Promosi Influencer Disorot

Ekonomi

Investigasi manipulasi harga BEI akan diutamakan, bukan lagi notifikasi UMA. Saham lapis ketiga dan promosi oleh influencer ikut dicermati.

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah mekanisme pengawasan perdagangan saham. Perubahan itu ditempuh dengan mengedepankan investigasi terhadap indikasi manipulasi harga, alih-alih mengandalkan notifikasi Unusual Market Activity (UMA).

Pergeseran pendekatan tersebut membuat pola transaksi saham berkapitalisasi kecil atau third layer (lapis ketiga) hingga aktivitas promosi saham oleh influencer menarik untuk dicermati.

Investigasi menjadi tumpuan pengawasan

Unusual Market Activity (UMA) merupakan notifikasi yang menjadi salah satu sandaran pengawasan perdagangan saham. Dalam mekanisme yang akan diubah, pengawasan tidak lagi bertumpu pada notifikasi tersebut, melainkan pada investigasi terhadap indikasi manipulasi harga.

Dengan pendekatan baru itu, pengawasan tidak berhenti pada munculnya notifikasi, tetapi berlanjut pada penelusuran indikasi manipulasi harga. Penekanannya bergeser dari pemberitahuan mengenai kejanggalan aktivitas perdagangan menuju penelusuran atas dugaan manipulasi harga.

Saham lapis ketiga dan promosi influencer

Dua hal yang disebut menarik untuk dicermati dalam perubahan mekanisme ini adalah pola transaksi saham berkapitalisasi kecil atau lapis ketiga dan aktivitas promosi saham oleh influencer.

Saham lapis ketiga merujuk pada saham berkapitalisasi kecil. Sementara itu, promosi saham oleh influencer menjadi relevan karena skema manipulasi pasar dapat melibatkan promosi tertentu untuk mendorong harga sebuah saham.

Makna saham gorengan

Dalam istilah pasar modal, saham gorengan merupakan sebutan informal untuk saham yang harga atau aktivitas perdagangannya diduga dibentuk secara artifisial demi keuntungan pihak tertentu.

Praktik tersebut dapat berkaitan dengan market manipulation atau manipulasi pasar. Salah satu bentuk yang disebut adalah skema pump and dump.

Skema pump and dump

Pump and dump terjadi ketika harga saham didorong naik melalui transaksi atau promosi tertentu sebelum pelaku menjual kepemilikannya dan meninggalkan investor lain menghadapi risiko penurunan harga.

Dalam skema itu, kenaikan harga dibentuk lebih dulu, lalu kepemilikan dilepas. Investor lain yang masuk pada harga tinggi menghadapi risiko penurunan harga setelah pelaku keluar.

Transaksi semu

Selain itu, praktik manipulasi juga dapat melibatkan transaksi semu atau transaksi yang dirancang untuk menciptakan gambaran keliru mengenai aktivitas perdagangan dan permintaan saham.

Transaksi semu dirancang agar gambaran mengenai aktivitas perdagangan dan permintaan saham tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Tiga hal yang menjadi perhatian

  • Harga atau aktivitas perdagangan saham yang diduga dibentuk secara artifisial demi keuntungan pihak tertentu.
  • Pendorongan harga saham melalui transaksi atau promosi tertentu sebelum pelaku menjual kepemilikannya.
  • Transaksi semu yang dirancang menciptakan gambaran keliru mengenai aktivitas perdagangan dan permintaan saham.

Mengapa promosi influencer dicermati

Promosi saham oleh influencer masuk dalam sorotan karena skema pump and dump dapat melibatkan promosi tertentu sebagai sarana mendorong harga. Karena itu, aktivitas promosi saham oleh influencer menarik untuk dicermati seiring perubahan mekanisme pengawasan di BEI.

Perubahan mekanisme pengawasan ini menempatkan investigasi sebagai tumpuan, sehingga indikasi manipulasi harga menjadi fokus, bukan sekadar notifikasi atas kejanggalan perdagangan. Pola transaksi saham berkapitalisasi kecil atau lapis ketiga dan aktivitas promosi saham oleh influencer menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam kerangka tersebut.

Sumber: IDX Channel

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy