Karen Deakin Menilap £6,915.20 dari Dewan Pembrokeshire demi Judi Online

Karen Deakin Menilap £6,915.20 dari Dewan Pembrokeshire demi Judi Online

Internasional

Karen Deakin, petugas kartu belanja Dewan Pembrokeshire, menilap £6,915.20 untuk belanja daring dan sewa rumah demi menutup kecanduan judi online.

Karen Deakin, 56 tahun, warga Haverfordwest, Wales, menilap dana Dewan Pembrokeshire senilai £6,915.20. Uang tersebut dipakai untuk berbelanja daring dan membayar uang sewa. Saat perbuatan itu berlangsung, Deakin menjabat sebagai petugas kartu belanja di lingkungan dewan tersebut.

Sebagai petugas kartu belanja, Deakin bertugas menangani pertanyaan seputar pengadaan barang. Kartu belanja miliknya sendiri memiliki batas kredit £1. Namun, ia menaikkan batas tersebut sehingga dapat membelanjakan uang dewan.

Jaksa penuntut Megan Williams KC menyatakan Deakin memakai kartu belanja miliknya sendiri maupun kartu milik mantan pegawai untuk membeli barang-barang pribadi dan membayar uang sewa kepada dewan. Perbuatan itu dilakukan antara 22 Maret dan 29 Oktober 2024, dengan total £6,915.20.

Ketika dihadapkan pada temuan tersebut, Deakin menyampaikan "pengakuan penuh dan terbuka" kepada dewan. Ia langsung diskors sambil menunggu penyelidikan.

Di persidangan, Deakin mengaku bersalah. Ia menyatakan tengah mengalami kesulitan keuangan akibat kecanduan judi daring.

Vonis di Pengadilan Swansea

Dalam sidang vonis di Pengadilan Swansea, Hakim Geraint Walters KC menyoroti riwayat Deakin. Menurut hakim, Deakin memiliki "rekam jejak ketidakjujuran yang mengerikan" dan sebagian dirinya menilai perempuan itu "seharusnya dipenjara kali ini".

"Ia memiliki rekam jejak ketidakjujuran yang mengerikan," kata Walters di persidangan.

Meski demikian, Walters menyatakan harus mempertimbangkan pedoman pemidanaan baru. Pedoman itu mengatur bahwa ketika sebuah hukuman berdurasi 12 bulan atau kurang, pengadilan wajib menilai apakah pidana penjara segera benar-benar diperlukan.

Deakin akhirnya dijatuhi pidana penjara 12 bulan yang ditangguhkan selama dua tahun. Ia juga diperintahkan mengembalikan uang yang diambilnya dari kas dewan.

Walters menegaskan kepada Deakin bahwa putusan tersebut merupakan "peringatan terakhir" baginya.

Rekam jejak dan pembelaan

Hakim menilai catatan kriminal Deakin "jauh dari mengesankan". Deakin memiliki tiga catatan pidana sebelumnya, masing-masing dari rentang 1996 hingga 2012, untuk kejahatan pencurian dan penipuan.

Walters juga menyatakan "heran" dengan prosedur penyaringan yang dijalankan dewan ketika mempekerjakan Deakin.

Pengacara pembela Emily Bennett KC mengatakan kliennya "sangat malu" atas perbuatannya dan telah meminta maaf kepada dewan. Menurut Bennett, Deakin mengembangkan kecanduan judi dan "alih-alih mencari bantuan, ia justru terjerat dalam kecanduan itu".

Kasus ini bermula dari penyalahgunaan wewenang atas kartu belanja pegawai yang seharusnya dipakai untuk keperluan pengadaan. Deakin memanfaatkan aksesnya untuk menaikkan batas kredit, lalu memakai dana dewan bagi kepentingan pribadi selama sekitar tujuh bulan pada 2024.

Total kerugian yang ditimbulkan mencapai £6,915.20, atau hampir £7,000. Seluruh uang itu wajib ia kembalikan sesuai perintah pengadilan, sementara hukuman penjara yang diterimanya tidak dijalani secara langsung karena ditangguhkan dua tahun.

Sumber: BBC Wales

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy