Jakarta Termahal, Ini 10 Daerah dengan Biaya Hidup Layak Tertinggi

Jakarta Termahal, Ini 10 Daerah dengan Biaya Hidup Layak Tertinggi

Ekonomi

DKI Jakarta memuncaki daftar KHL tertinggi dengan Rp 5.898.511 per bulan, disusul Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau. Simak urutan lengkap 10 daerah.

DKI Jakarta menempati posisi teratas dalam daftar daerah dengan kebutuhan hidup layak (KHL) tertinggi di Indonesia. Berdasarkan perhitungan Kementerian Ketenagakerjaan, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan BPS, KHL di ibu kota mencapai Rp 5.898.511 per bulan.

Angka itu menegaskan besarnya tekanan biaya hidup di Jakarta, mulai dari kebutuhan perumahan, transportasi, hingga konsumsi harian yang menjadi beban utama bagi pekerja.

Secara umum, biaya kebutuhan hidup layak di Indonesia masih timpang antarwilayah. Biaya tertinggi terkonsentrasi di kawasan perkotaan, kepulauan, serta daerah yang menghadapi tantangan geografis dan logistik. Data tersebut merujuk pada dokumen Sosialisasi Kebijakan Upah Minimum 2026 yang telah disampaikan kepada kepala daerah sejak tahun lalu.

Kalimantan Timur hingga Kepulauan Riau

Di posisi kedua terdapat Kalimantan Timur dengan KHL sebesar Rp 5.735.353. Provinsi ini mencatat biaya hidup tinggi seiring aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur yang masif.

Kepulauan Riau menyusul di urutan ketiga dengan KHL Rp 5.717.082. Angka itu mencerminkan mahalnya harga barang dan jasa di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi logistik.

Papua, Bali, dan Papua Barat

Wilayah timur Indonesia juga mendominasi daftar teratas. Papua mencatat kebutuhan hidup layak sebesar Rp 5.314.281, angka yang sejalan dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses yang membuat harga kebutuhan pokok relatif mahal.

Bali berada tak jauh di bawahnya dengan KHL Rp 5.253.107. Tingginya biaya hidup di provinsi ini didorong oleh aktivitas pariwisata. Papua Barat juga masuk kelompok ini dengan KHL Rp 5.246.172.

Kalimantan Utara sampai Kalimantan Tengah

Daerah lain yang masuk 10 besar adalah Kalimantan Utara dengan kebutuhan hidup layak Rp 4.968.935. Provinsi termuda di Kalimantan ini menghadapi tantangan serupa wilayah perbatasan dan distribusi barang.

Maluku Utara berada di kisaran Rp 4.431.339, yang menunjukkan adanya tekanan biaya hidup di wilayah kepulauan. Banten mencatat KHL sebesar Rp 4.295.985, tertinggi di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta. Posisi itu menunjukkan kuatnya pengaruh kawasan industri dan urbanisasi terhadap biaya hidup. Kalimantan Tengah melengkapi daftar 10 besar dengan KHL Rp 4.279.888.

Urutan 10 daerah dengan KHL tertinggi

  1. DKI Jakarta - Rp 5.898.511
  2. Kalimantan Timur - Rp 5.735.353
  3. Kepulauan Riau - Rp 5.717.082
  4. Papua - Rp 5.314.281
  5. Bali - Rp 5.253.107
  6. Papua Barat - Rp 5.246.172
  7. Kalimantan Utara - Rp 4.968.935
  8. Maluku Utara - Rp 4.431.339
  9. Banten - Rp 4.295.985
  10. Kalimantan Tengah - Rp 4.279.888

Dua metode penghitungan KHL

Angka KHL digunakan sebagai pertimbangan dalam perhitungan kenaikan upah minimum. Dalam dokumen Sosialisasi Kebijakan Upah Minimum 2026 kepada kepala daerah tercantum dua metode penghitungan KHL, yaitu metode lama berupa survei yang mengacu pada Permenaker No 7/2013 dan Permenaker No 18/2020, serta metode baru Standar ILO.

Kelebihan metode lama adalah berbasis komoditas, yakni 64 jenis kebutuhan sehari-hari. Namun, kekurangannya adalah sulitnya menentukan kebutuhan komoditas per kapita dan daftar komoditas yang sulit disepakati.

Sementara itu, metode Standar ILO menggunakan data konsumsi rumah tangga hasil survei rutin BPS. Metode ini disebut telah menjadi acuan penentuan upah minimum di berbagai negara. Dalam Standar ILO, kebutuhan hidup layak terdiri dari empat komponen konsumsi rumah tangga, yaitu makanan, kesehatan dan pendidikan, perumahan atau tempat tinggal, serta pokok lain-lain.

Sumber: CNBC Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy