IHSG Bertahan di Level 5.400-an, Rupiah Melemah Rp 18.075 per Dolar AS

IHSG Bertahan di Level 5.400-an, Rupiah Melemah Rp 18.075 per Dolar AS

Ekonomi

Pergerakan IHSG dan rupiah jadi sorotan: IHSG bertahan di zona hijau level 5.400-an, sementara rupiah melemah ke Rp 18.075 per Dolar AS.

Jakarta, CNBC Indonesia ΓÇö Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau dan berada di level 5.400-an hingga pembukaan sesi II pada Jumat (23/10/2026). Laju indeks tersebut berlangsung di tengah sentimen MSCI dan ketegangan di Timur Tengah.

Berbeda arah dengan IHSG, rupiah masih berada di zona pelemahan dengan posisi Rp 18.075 per Dolar AS.

Dengan posisi itu, pasar modal Indonesia pada periode tersebut mencatat dua arah pergerakan: indeks saham yang menguat, sementara mata uang domestik masih tertekan terhadap Dolar AS.

Sentimen MSCI dan Ketegangan Timur Tengah

Pergerakan IHSG pada pembukaan sesi II tidak lepas dari dua sentimen yang disebut menjadi latar belakang, yakni sentimen MSCI dan ketegangan di Timur Tengah. Kedua hal itu menjadi konteks pergerakan pasar pada Jumat (23/10/2026), saat indeks justru melaju ke level 5.400-an.

Sementara itu, pelemahan rupiah ke Rp 18.075 per Dolar AS terjadi pada hari yang sama dengan penguatan indeks saham.

Yang Dicermati Pelaku Pasar

Ulasan pasar pada periode ini mencakup analisis atas pergerakan pasar modal Indonesia, kinerja IHSG dan rupiah pada periode tersebut, serta sektor-sektor yang menjadi perhatian pelaku pasar. Pembahasan itu juga menyinggung dampak era bunga tinggi terhadap saham dan prospek rupiah.

Sejumlah pertanyaan menjadi fokus dalam pembahasan tersebut, mulai dari arah pergerakan pasar modal hingga sektor mana saja yang diperhatikan pelaku pasar pada periode ini.

Diskusi di Power Lunch

Pembahasan mengenai pergerakan IHSG dan rupiah itu disampaikan dalam program Power Lunch, CNBC Indonesia, pada Jumat (23/10/2026). Ulasan tersebut dibawakan oleh Aulia Wardhani bersama FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama.

Dalam diskusi itu, keduanya membahas analisis pergerakan pasar modal Indonesia serta kinerja IHSG dan rupiah pada periode berjalan, termasuk sektor-sektor yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Sebagai catatan, IHSG berada di level 5.400-an hingga pembukaan sesi II, sedangkan rupiah berada di Rp 18.075 per Dolar AS pada Jumat (23/10/2026).

Sumber: CNBC Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy