Jio Platforms Melantai di Bursa, Sinyal Era Tarif Data Murah Berakhir
EkonomiIPO Jio Platforms senilai 3,2 miliar dolar AS, terbesar di India, diminati investor dan berpotensi mengakhiri era tarif data murah.
Ekspor sawit Indonesia ke Israel tetap berjalan meski tanpa hubungan diplomatik, dengan nilai CPO 2025 mencapai 21,59 juta dolar AS.
JAKARTA — Indonesia tetap mengekspor komoditas perkebunan ke Israel meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Nilai ekspornya pun relatif stabil, bahkan ketika genosida berlangsung di Gaza dan kebakaran hutan dan lahan melanda banyak wilayah yang menjadi lokasi lahan sawit di Tanah Air.
Data Kementerian Pertanian yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa komoditas yang mengalir ke Israel bukan hanya sawit dan produk turunannya, tetapi juga kelapa.
Pada 2023, ekspor kelapa Indonesia ke Israel tercatat 3.193,88 ton dengan nilai 3,34 juta dolar AS. Adapun ekspor sawit mencapai 29.605,14 ton dengan nilai 28,06 juta dolar AS, berdasarkan angka yang tersedia dalam data awal.
Setahun berikutnya, volume ekspor kelapa naik menjadi 4.062,93 ton dengan nilai 4,56 juta dolar AS. Sementara itu, ekspor sawit beserta hasil pertanian dan produk olahannya tercatat 22.357,01 ton dengan nilai 22,46 juta dolar AS.
Nilai ekspor kelapa kembali meningkat pada 2025, dari 4,56 juta dolar AS menjadi 9,44 juta dolar AS. Sebaliknya, volume ekspor sawit terus menurun, dari 29.605,14 ton pada 2023 menjadi 22.357,01 ton pada 2024, lalu 19.487,43 ton pada 2025.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, ekspor kelapa ke Israel mencapai 4.859,61 ton dengan nilai 8,45 juta dolar AS. Pada periode yang sama, ekspor sawit mencapai 10.405,54 ton dengan nilai 12,34 juta dolar AS. Dengan demikian, nilai ekspor kedua komoditas selama delapan bulan pertama 2026 sekitar 20,79 juta dolar AS, dengan total volume sekitar 15.265,16 ton.
Penelitian berjudul An Analysis of Indonesia's Trade Policy on the Sustainability of CPO Trade with Israel, 2020–2025 yang ditulis Fidelis Adhiyatna Bagaskara dan Rizal Budi Santoso dari Departemen Perdagangan Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widyatama, Bandung, menemukan bahwa sepanjang 2020–2025 Indonesia memasok rata-rata 71,1 persen dari total impor CPO Israel. Makalah itu diterbitkan dalam jurnal ilmiah Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format, Volume 6, Edisi 4, 2026.
Penelitian tersebut mencatat nilai ekspor CPO Indonesia ke Israel mencapai 16,89 juta dolar AS pada 2020. Angka itu meningkat hingga puncaknya 30,77 juta dolar AS pada 2022, sebelum turun menjadi 21,59 juta dolar AS pada 2025. Artinya, perdagangan komoditas tersebut berjalan setiap tahun selama periode penelitian meski Indonesia tidak menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Bagaskara dan Santoso menganalisis data perdagangan bilateral dengan kode HS 1511 dari International Trade Centre melalui Trade Map, dengan data UN Comtrade sebagai pembanding. Peneliti juga mengkaji sejumlah regulasi ekspor Indonesia, antara lain ketentuan bea keluar, pungutan dana perkebunan kelapa sawit, harga referensi atau harga patokan ekspor, serta pembatasan ekspor yang berlaku pada periode penelitian.
Hasil analisis menunjukkan regulasi tersebut tidak secara khusus membedakan Israel dari negara tujuan ekspor lainnya. Status hubungan diplomatik juga tidak dijadikan dasar untuk menentukan tarif atau pembatasan ekspor dalam peraturan yang dikaji.
Kebijakan larangan sementara ekspor pada 2022, misalnya, diberlakukan berdasarkan komoditas dan kebutuhan dalam negeri, bukan sebagai larangan khusus terhadap Israel.
Temuan lain yang menonjol adalah ketimpangan tingkat ketergantungan kedua negara. Bagi Israel, pasokan CPO Indonesia memiliki arti penting. Sebaliknya, pasar Israel hanya menyumbang porsi yang sangat kecil terhadap keseluruhan ekspor CPO nasional.
Menurut penelitian itu, Israel menyerap kurang dari 0,12 persen total ekspor CPO Indonesia sepanjang 2020–2025. Di sisi lain, Indonesia memasok rata-rata 71,1 persen dari seluruh impor CPO Israel pada periode yang sama.
Meski demikian, peneliti tidak menyimpulkan bahwa Israel sepenuhnya bergantung kepada Indonesia. Israel masih memiliki pemasok alternatif, antara lain Singapura, Yunani, dan Malaysia. Temuan itu sekaligus memberi petunjuk mengenai jalur sawit dari Indonesia ke Israel.
Sumber: Republika
IPO Jio Platforms senilai 3,2 miliar dolar AS, terbesar di India, diminati investor dan berpotensi mengakhiri era tarif data murah.
Investigasi manipulasi harga BEI akan diutamakan, bukan lagi notifikasi UMA. Saham lapis ketiga dan promosi oleh influencer ikut dicermati.
Dampak ekonomi konser Ye dan JRF 2026 mencapai Rp625 miliar bagi DKI Jakarta, terdiri dari Rp450 miliar dari konser Ye dan Rp175 miliar dari JRF.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.