Pangeran Harry Tegaskan Ingin Berdamai dengan Pangeran William

Pangeran Harry Tegaskan Ingin Berdamai dengan Pangeran William

Hiburan

Pangeran Harry menyebut rekonsiliasi dengan Pangeran William sebagai hal yang paling penting, meski ia menyadari ada pihak yang tak menginginkan perdamaian itu.

Pangeran Harry menegaskan dirinya ingin berdamai dengan sang kakak, Pangeran William, setelah bertahun-tahun hubungan keduanya dilanda perang dingin. Dalam wawancara terbaru, ia menyebut perdamaian dengan William sebagai "hal yang paling penting".

Pernyataan itu disampaikan Harry dalam wawancara bersama majalah GQ yang dirilis pada Selasa (20/10). Meski begitu, ia menyadari bahwa "ada pihak-pihak yang justru tidak menginginkan hal itu terjadi".

Perselisihan keluarga hal biasa

Harry menilai permasalahan dalam keluarga, seperti perbedaan pendapat atau perselisihan antaranggota, merupakan hal yang biasa terjadi. Hal serupa, katanya, juga menimpa hubungannya dengan keluarganya sendiri. Ia pun berharap pengalaman keluarganya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain.

"Orang mungkin melihat kami dan bertanya-tanya, 'Bagaimana kalian akan menyelesaikannya?' Dan mungkin, dengan melihat bagaimana kami berupaya menyelesaikannya, mereka bisa terbantu dalam mencari jalan keluar untuk masalah mereka sendiri," kata Harry.

Kendati demikian, ia menyadari tidak semua pihak menginginkan konflik keluarganya berakhir. "Tapi ada juga orang yang justru tidak menginginkan masalah itu selesai. Namun, saya pribadi ingin semuanya membaik. Tentu saja saya menginginkannya," paparnya.

Bagi Harry, rekonsiliasi tetap menjadi prioritas utama. "Terlepas dari segala hal lain yang sedang terjadi di dunia, yang terpenting adalah melakukan rekonsiliasi. Itulah poin utamanya," ujarnya.

Ajakan melepaskan masa lalu

Harry merupakan penulis memoar Spare yang mengurai berbagai persoalan internal keluarganya. Dalam wawancara itu, ia mengajak orang-orang untuk "melepaskan masa lalu" demi memperbaiki keretakan hubungan dalam keluarga.

"Luka mungkin akan membekas selamanya. Namun, bagaimana cara Anda memandang dan menyikapi peristiwa-peristiwa yang telah terjadiΓÇödengan melepaskan masa laluΓÇöadalah sesuatu yang saya sarankan untuk dilakukan oleh siapa pun," kata Harry.

Ia tak memungkiri bahwa melepaskan masa lalu bukan perkara mudah. "Memang, jika ada hal-hal tertentu dari masa lalu yang masih terus memengaruhi Anda setiap hari, melepaskannya akan terasa jauh lebih sulit," ucapnya.

Namun, menurut Harry, memelihara konflik keluarga hanya akan menambah beban. "Namun, menurut saya, sudah ada cukup banyak drama di dunia ini maupun dalam kehidupan orang-orang, sehingga tidak perlu lagi menambah beban dengan terus memelihara konflik dalam keluarga," kata Pangeran Harry.

Hubungan merenggang sejak Spare

Hubungan Harry dengan William serta kakak iparnya, Kate Middleton, telah merenggang sejak ia melontarkan kritik keras terhadap keluarga kerajaan dalam memoarnya pada 2023, Spare. Buku tersebut terjual jutaan kopi.

Selain lewat buku itu, Harry juga membongkar konflik internal keluarganya dalam wawancara dengan Oprah pada 2021 dan film dokumenter Netflix pada 2022 bersama Meghan Markle.

Sejumlah tuduhan disampaikan Harry melalui berbagai kesempatan tersebut. Ia antara lain menyebutkan William pernah membantingnya ke lantai saat terjadi pertengkaran pada 2019 soal Markle.

Harry juga menyebut William pernah melontarkan kata "kasar" untuk aktris serial Suits itu. Selain itu, ia menuding Middleton bersikap "dingin" terhadap Markle.

Dalam Spare, Harry menuding William dan Middleton mendorongnya untuk mengenakan kostum Nazi ke sebuah pesta pada 2005.

Sumber: CNN Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy