Muhaimin Iskandar Salurkan Santunan untuk Petugas dan Relawan Karhutla Kalsel

Muhaimin Iskandar Salurkan Santunan untuk Petugas dan Relawan Karhutla Kalsel

Nasional

Muhaimin Iskandar salurkan santunan bagi petugas dan relawan karhutla Kalsel sebagai apresiasi, sekaligus dukungan bagi warga terdampak.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar menyalurkan santunan kepada petugas dan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Penyaluran bantuan tersebut terekam dalam laporan video yang dipublikasikan CNN Indonesia pada 25 Oktober 2026.

Menurut laporan itu, santunan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada petugas dan relawan yang berjuang di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bantuan yang sama juga dimaksudkan sebagai dukungan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap.

Dua kelompok penerima bantuan

Dalam laporan video tersebut, penyaluran santunan menyasar dua kelompok penerima:

  • Petugas dan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, sebagai apresiasi atas peran mereka di garis depan penanganan karhutla.
  • Masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap, sebagai bentuk dukungan.

Peran petugas di garis depan

Laporan itu menempatkan petugas dan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan sebagai pihak yang berjuang di garis depan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Karena itu, santunan dari Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa tersebut diposisikan sebagai penghargaan atas kerja mereka di lapangan.

Selain untuk petugas dan relawan, bantuan diarahkan kepada warga yang merasakan dampak langsung dari kebakaran dan kabut asap. Dukungan itu disebut sebagai bagian dari perhatian terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Jabatan Muhaimin Iskandar

Abdul Muhaimin Iskandar merupakan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa. Penyaluran santunan bagi petugas, relawan, dan warga terdampak karhutla di Kalimantan Selatan itu menjadi salah satu kegiatannya yang terekam dalam laporan video CNN Indonesia.

Sumber: CNN Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy