Kasus Bullying Ji Soo dan Cancel Culture yang Membayangi Artis Korea

Kasus Bullying Ji Soo dan Cancel Culture yang Membayangi Artis Korea

Hiburan

Kasus bullying Ji Soo bermula dari tuduhan seorang warganet pada 2 Maret 2021, berujung permintaan maaf sang aktor dua hari kemudian.

JAKARTA - Tuduhan perundungan atau bullying menjadi salah satu persoalan yang membawa dampak besar bagi karier artis Korea Selatan. Ketika tuduhan perundungan mencuat, respons publik bisa memengaruhi pekerjaan hingga posisi mereka di industri hiburan. Ada artis yang kehilangan perannya dalam drama, meninggalkan grup musik, hingga melanjutkan karier di luar Korea Selatan setelah mendapat kecaman dari warganet.

Kondisi itu membuat kasus perundungan lekat dengan istilah cancel culture. Artis yang namanya terseret tuduhan mesti berhadapan dengan kecaman warganet, dan dampaknya bisa merembet ke pekerjaan serta posisi mereka di industri hiburan.

Salah satu artis Korea yang mengalami cancel culture usai terlibat bullying adalah aktor Ji Soo. Kasus yang menjeratnya bermula dari pengakuan seorang warganet dan berlanjut dengan sejumlah tuduhan lain.

Kronologi tuduhan terhadap Ji Soo

Kontroversi itu bermula pada 2 Maret 2021. Seorang warganet mengaku pernah dirundung oleh sang aktor ketika masih di bangku sekolah. Unggahan tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah tuduhan lain terkait perilaku Ji Soo pada masa sekolah.

Ji Soo merupakan aktor berusia 33 tahun. Tuduhan yang muncul membuat namanya terseret dalam kontroversi perundungan yang mendapat perhatian warganet.

Tuduhan pertama tidak berdiri sendiri. Setelah unggahan pada 2 Maret 2021, sejumlah tuduhan lain terkait perilaku Ji Soo pada masa sekolah ikut muncul ke publik.

Permintaan maaf di Instagram

Dua hari setelah tuduhan pertama muncul, tepatnya pada 4 Maret 2021, Ji Soo menyampaikan permintaan maaf. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam pernyataannya, aktor berusia 33 tahun itu mengakui kesalahan yang diperbuat pada masa lalu. Ia juga meminta maaf kepada orang-orang yang dirugikan oleh tindakannya.

Dampak cancel culture bagi artis

Respons publik atas tuduhan perundungan tidak selalu berhenti pada permintaan maaf. Kecaman warganet bisa memengaruhi pekerjaan artis hingga posisi mereka di industri hiburan. Beberapa bentuk dampaknya antara lain:

  • Kehilangan peran dalam drama.
  • Meninggalkan grup musik.
  • Melanjutkan karier di luar Korea Selatan setelah mendapat kecaman dari warganet.

Selain Ji Soo, sejumlah artis Korea lain juga mengalami cancel culture usai terlibat bullying. Nama Yoo Young Hyun termasuk dalam daftar tersebut.

Garis waktu kasus Ji Soo

  1. 2 Maret 2021: seorang warganet mengaku dirundung oleh Ji Soo saat masih di bangku sekolah.
  2. Setelah unggahan itu, muncul sejumlah tuduhan lain terkait perilaku Ji Soo pada masa sekolah.
  3. 4 Maret 2021: Ji Soo meminta maaf melalui akun Instagram pribadinya.
  4. Dalam pernyataan itu, ia mengakui kesalahan pada masa lalu dan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan.

Kasus Ji Soo menjadi salah satu contoh bagaimana tuduhan perundungan bisa berbuntut pada karier artis Korea Selatan. Kecaman warganet, kehilangan pekerjaan, hingga permintaan maaf di depan publik menjadi bagian dari dinamika cancel culture yang membayangi industri hiburan negara tersebut.

Sumber: Okezone

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy