Indonesia Kutuk Keras Serangan Teror di Gereja Ortodoks Yordania

Indonesia Kutuk Keras Serangan Teror di Gereja Ortodoks Yordania

Internasional

Indonesia mengecam keras serangan teror di Yordania yang menyasar gereja Ortodoks di Karak pada 23 Oktober 2026 dan menewaskan delapan orang.

Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan teror yang menyasar sebuah gereja Ortodoks di Karak, Yordania, pekan lalu. Indonesia juga menyatakan solidaritas kepada raja dan rakyat Yordania di tengah tragedi yang menimbulkan banyak korban tersebut.

Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui media sosial di Jakarta, Senin, menyusul serangan bersenjata di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, pada 23 Oktober 2026.

Kecaman dan belasungkawa

“Indonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa serta simpati yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Indonesia juga mendoakan pemulihan segera bagi seluruh korban yang cedera dalam peristiwa itu.

Dalam pernyataannya, Indonesia menyampaikan solidaritas penuh kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania dalam menghadapi situasi sulit akibat serangan teror tersebut. Indonesia juga menyatakan dukungan penuh terhadap segala upaya dan langkah tegas pemerintah Yordania untuk menjaga stabilitas nasional serta menindak para pelaku serangan.

Sikap Indonesia

  • Mengecam keras serangan bersenjata brutal di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, pada 23 Oktober 2026.
  • Menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada keluarga korban.
  • Mendoakan pemulihan segera bagi seluruh korban yang cedera.
  • Menyatakan solidaritas penuh kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania.
  • Mendukung segala upaya dan langkah tegas pemerintah Yordania untuk menjaga stabilitas nasional dan menindak para pelaku.

KBRI Amman pantau situasi

Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas setempat menyusul insiden di Karak.

“Langkah tersebut guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia di Yordania,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Delapan tewas, 27 terluka

Serangan berlangsung saat acara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud, Kegubernuran Karak, Yordania selatan. Peristiwa itu mengakibatkan delapan orang tewas dan 27 orang lainnya terluka.

Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh menyatakan negaranya telah menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Farrayeh menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang harus dikecam habis-habisan.

Stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan ada dua orang bersenjata keluar dari sebuah kendaraan dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah gereja, tempat upacara pemakaman sedang berlangsung.

Seorang saksi mata menuturkan kepada stasiun televisi tersebut bahwa para penyerang menembak tanpa henti selama sekitar lima menit sebelum melarikan diri. Menurut saksi itu, ada sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di luar gereja saat kejadian.

Janji Raja Abdullah II

Raja Abdullah II menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris yang akan dibalas sekeras-kerasnya.

“Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami,” ujar Raja Abdullah II.

Sumber: ANTARA International Corner

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy