Bursa India Dibuka Melemah, Sensex Berbalik Menguat 308 Poin

Bursa India Dibuka Melemah, Sensex Berbalik Menguat 308 Poin

Ekonomi

Sensex hari ini berbalik menguat 308,39 poin ke 73.432,22 setelah dibuka melemah, tapi saham IT tertekan akibat pemangkasan panduan pendapatan Infosys.

Bursa saham India dibuka melemah pada Senin (26/10/2026) karena sentimen pasar tertekan oleh tingginya harga minyak mentah dan dampaknya terhadap inflasi. Investor juga menantikan keputusan kebijakan suku bunga The Federal Reserve pada pekan ini.

Sebanyak 13 dari 16 sektor utama mencatat kerugian pada pembukaan. Saham berkapitalisasi kecil turun 0,3 persen dan saham berkapitalisasi menengah melemah 0,6 persen. Saham teknologi informasi memimpin pelemahan dengan penurunan 2,3 persen.

Saham Infosys turun 3,4 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunannya. Pelemahan di pasar Amerika Utara, yang menjadi pasar utama perseroan, lebih besar dibandingkan pendapatan yang tercatat di atas perkiraan. Pada pukul 10.31, saham Infosys tercatat turun 4 persen setelah pemangkasan panduan pertumbuhan pendapatan FY27.

Perseroan merevisi panduan pertumbuhan pendapatan FY27 menjadi 1-2 persen year on year dalam mata uang konstan, sementara panduan margin dipertahankan pada 20-22 persen.

Pandangan broker atas Infosys

  • CITI: Netral, target harga Rs 1.105
  • Goldman Sachs: Netral, target harga Rs 1.000
  • HSBC: Hold, target harga Rs 1.110
  • UBS: Beli, target harga Rs 1.415
  • Nomura: Beli, target harga Rs 1.300

UBS menyebut kinerja kuartal kedua Infosys lebih lemah dari perkiraan sehingga memicu pemangkasan panduan FY27. Pertumbuhan pendapatan tercatat 1,2 persen secara kuartalan dalam mata uang konstan, di bawah perkiraan UBS sebesar 1,5 persen dan konsensus 1,8 persen. Margin EBIT berada di 21,0 persen, turun 10 basis poin secara kuartalan, sekitar 30 basis poin di bawah perkiraan UBS 21,3 persen dan sekitar 20 basis poin di bawah konsensus 21,2 persen. EPS yang dilaporkan sebesar Rs 19,3, sekitar 1 persen di bawah perkiraan UBS Rs 19,5 dan 2 persen di bawah konsensus Rs 19,7.

HSBC menilai kesepakatan mega senilai USD 2 miliar menjadi faktor positif dan akan menyumbang 1 persen pertumbuhan pada FY28, meski margin semester kedua berpotensi tertekan oleh kenaikan upah. Nomura menyebut Infosys diperdagangkan pada valuasi menarik 14,2 kali perkiraan EPS FY28 sebesar Rs 81.

Sensex berbalik menguat

Pada pukul 10.08, Sensex berbalik menguat 308,39 poin atau 0,42 persen ke 73.432,22 dari level penutupan sebelumnya. Nifty 50 naik 75,75 poin atau 0,34 persen ke 22.675,75.

Saham Kotak Mahindra Bank memimpin kenaikan di antara konstituen Nifty 50 setelah rilis hasil kuartal kedua, dengan sejumlah broker mengerek target harganya.

Shriram Finance dan pergerakan rupee

Saham Shriram Finance diperdagangkan di Rs 831,90 pada NSE pukul 10.12, turun 4 persen, setelah menyentuh level terendah Rs 810,20 dari penutupan sebelumnya Rs 865. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi 59 persen menjadi Rs 3.684 crore pada kuartal kedua FY27.

Di pasar valuta asing, rupee melemah 5 paise menjadi 94,98 terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal.

Harga minyak Brent diperdagangkan di sekitar USD 114 per barel, turun dari level tertinggi hampir enam bulan USD 117 setelah penutupan pasar India pada Jumat. Serangan yang masih berlangsung terhadap Arab Saudi membuat kekhawatiran pasokan tetap menjadi perhatian pasar. Harga emas menguat seiring melunaknya harga minyak, sementara perhatian tertuju pada keputusan The Fed.

Saham lain yang bergerak

  • Senco Gold meneken perjanjian untuk mengambil 68 persen saham AJPL dengan nilai transaksi Rs 68 crore; sahamnya diperdagangkan di Rs 303,70.
  • Innomech Aerospace Toolings, anak usaha penuh Unimech Aerospace and Manufacturing, menandatangani perjanjian jangka panjang dengan Honeywell Aerospace US LLC; saham Unimech melonjak 4 persen ke Rs 1.620,90.
  • Biocon memperoleh akses pasar untuk Yesintek, kandidat biosimilar Stelara, di sejumlah pasar global tambahan; sahamnya datar di Rs 325,25.
  • Jyoti Structures menerima surat pemberitahuan penghargaan dari Power Grid Corporation of India; sahamnya melonjak lebih dari 10 persen ke Rs 9.
  • Skyways Air Services mencatat pangsa pasar kargo internasional 6,3 persen dan naik ke peringkat 42; sahamnya datar di Rs 95,50.
  • ESAF Small Finance Bank melaporkan penyelesaian migrasi ke sistem core banking baru.

Di sisi lain, Perdana Menteri Narendra Modi meresmikan fasilitas manufaktur garmen greenfield milik Arvind Limited di Varanasi, Uttar Pradesh.

Bitcoin dan pasar kripto

Bitcoin turun 1,0 persen ke sekitar USD 79.887 dan Ethereum melemah 1,4 persen ke USD 2.322. Sembilan dari sepuluh kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar mengalami penurunan, dengan Cardano memimpin pelemahan 2,59 persen sementara TRX menjadi satu-satunya yang menguat. Menurut analisis Purvang Mashru, Lead Analyst BitDelta India, perubahan kunci adalah ketidakmampuan Bitcoin mempertahankan level USD 80.000 setelah rebound akhir pekan. Level support Bitcoin berada di sekitar USD 79.745 dan USD 79.145, dengan resistensi di kisaran USD 80.000 hingga USD 80.925.

Avinash Shekhar, Co-Founder & CEO Pi42, menilai koreksi Bitcoin mencerminkan pasar yang mencerna ketidakpastian makroekonomi. "Bitcoin's pullback towards $80,000 reflects a market navigating macroeconomic uncertainty rather than a shift in crypto's underlying relevance," ujarnya. Ia menyebut sekitar USD 120 juta posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam, termasuk USD 82 juta posisi long.

Data Farside menunjukkan sesi dana Amerika Serikat yang terakhir dilaporkan penuh adalah 22 Oktober, dengan USD 746,2 juta keluar dari ETF Bitcoin dan Ether. Dalam kalender makro, keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan pada 28 Oktober, disusul data PDB Amerika Serikat serta pendapatan dan belanja personal termasuk inflasi PCE pada 29 Oktober.

Sumber: The Hindu BusinessLine

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy