BNPB: 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

BNPB: 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

Nasional

BNPB menyebut 17.942 hektare karhutla belum padam. Kalimantan Tengah jadi prioritas utama dengan 11.786 hektare yang masih terbakar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di provinsi yang masih memiliki luas kebakaran dan area yang belum padam. Dalam penanganan tersebut, Kalimantan Tengah menempati posisi sebagai prioritas utama.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memaparkan hasil pemantauan lembaganya melalui sistem informasi geografis. Hingga 24 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB, BNPB mencatat 13.910 titik panas, luas terbakar sekitar 25.409 hektare, dan 17.942 hektare yang masih belum padam.

Data nasional hingga 24 Oktober 2026

Berton merinci tiga angka utama yang terekam dalam pemantauan BNPB pada 24 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB:

  • 13.910 titik panas;
  • luas terbakar sekitar 25.409 hektare;
  • 17.942 hektare masih belum padam.

Angka-angka itu dihimpun BNPB melalui sistem informasi geografis dan mencakup kondisi kebakaran hutan serta lahan secara nasional.

"Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan pemantauan," kata Berton dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (25/10/2026).

Keterangan tertulis tersebut dikutip pada Minggu (25/10/2026), sementara data pemantauan yang dipaparkan berlaku hingga 24 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.

Kalimantan Tengah jadi prioritas utama

Kalimantan Tengah masih menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Provinsi itu mencatat 8.049 titik panas, luas terbakar 13.944 hektare, dan sekitar 11.786 hektare masih belum padam.

Dari 25.409 hektare luas terbakar yang tercatat secara nasional, 13.944 hektare di antaranya berada di Kalimantan Tengah. Adapun dari 17.942 hektare area yang belum padam secara nasional, sekitar 11.786 hektare berada di provinsi tersebut.

Turun dibanding hari sebelumnya

Dibandingkan hari sebelumnya, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah turun sekitar 52 persen. Sementara itu, luas area yang belum padam di provinsi itu turun sekitar 43 persen.

Meski tercatat turun, Kalimantan Tengah tetap menjadi wilayah yang diprioritaskan BNPB karena masih memiliki luas kebakaran dan area yang belum padam.

Pemantauan lewat sistem informasi geografis

BNPB melakukan pemantauan karhutla dengan memanfaatkan sistem informasi geografis. Dari pemantauan itu, BNPB menghimpun data jumlah titik panas, luas terbakar, dan luas area yang belum padam, baik secara nasional maupun di tingkat provinsi.

Karena pemantauan berjalan terus, angka yang disampaikan dapat diperbarui. Berton menegaskan bahwa data yang ada saat ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan pemantauan.

BNPB menyatakan terus memperkuat penanganan di provinsi-provinsi yang masih memiliki luas kebakaran dan area belum padam, dengan Kalimantan Tengah sebagai prioritas utama.

Sumber: Sindonews

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy