Ajay Mitchell Pimpin Thunder dengan 30 Poin di Tengah Krisis Cedera
OlahragaAjay Mitchell 30 poin menjadi rekor pribadi saat Thunder tampil pincang melawan Phoenix Suns pada laga kedua rangkaian back-to-back.
NBA dan liga berbasis aturan FIBA seperti IBL memakai dasar permainan yang sama, tetapi berbeda dalam durasi, jumlah pertandingan, roster, dan pengelolaan finansial.
Bagi penonton yang baru mengikuti basket, NBA kerap dinilai sebagai kompetisi yang paling berbeda dibandingkan liga-liga lain di dunia. Padahal, secara dasar permainan, NBA tetap memakai konsep yang sama seperti kompetisi lainnya: lima pemain di lapangan, empat kuarter, tembakan dua dan tiga angka, shot clock 24 detik, serta overtime bila skor imbang.
Yang membuat NBA terasa berbeda bukan semata kehadiran pemain bintang seperti Stephen Curry, Nikola Jokic, atau Victor Wembanyama. Ada sejumlah aturan, format kompetisi, dan sistem pengelolaan liga yang memberi NBA karakter tersendiri. Beberapa perbedaan itu terlihat jelas ketika NBA dibandingkan dengan kompetisi berbasis aturan FIBA, termasuk Indonesian Basketball League (IBL).
Perbedaan paling mudah terlihat ada pada durasi. NBA memainkan empat kuarter dengan durasi masing-masing 12 menit, sehingga waktu permainan normal mencapai 48 menit. Overtime berlangsung lima menit.
Sementara itu, liga negara lain yang menggunakan aturan FIBA memainkan empat kuarter dengan durasi 10 menit, dengan overtime juga selama lima menit. IBL mengikuti standar permainan yang berlaku di basket internasional, sehingga durasi pertandingannya terasa sedikit lebih pendek dibandingkan NBA.
Selisih dua menit per kuarter memang terdengar kecil. Namun pada pertandingan level profesional, tambahan delapan menit waktu permainan dapat memengaruhi rotasi pemain, stamina, strategi, hingga jumlah possession. Itulah salah satu alasan statistik NBA tidak bisa dibandingkan mentah-mentah dengan statistik liga berdurasi FIBA.
Secara umum, lapangan NBA dan FIBA sama-sama berbentuk persegi panjang dengan ring setinggi 10 kaki atau sekitar 3,05 meter. Perbedaannya ada pada detail ukuran lapangan dan garis tiga angka.
NBA menggunakan lapangan dengan panjang 94 kaki dan lebar 50 kaki. Garis tiga angka juga memiliki jarak berbeda antara bagian atas lapangan dan area sudut.
Selain ukuran, NBA memiliki sejumlah aturan yang berbeda dari FIBA, salah satunya defensive three seconds. Dalam aturan ini, pemain bertahan tidak boleh berada di area restricted dekat ring selama lebih dari tiga detik tanpa melakukan penjagaan terhadap pemain lawan. Aturan tersebut membuat cara tim bertahan di NBA memiliki karakter yang sedikit berbeda.
FIBA secara resmi menyebut bahwa aturan basket mereka memiliki sejumlah perbedaan dengan aturan NBA, WNBA, dan NCAA. Karena itu, seorang pemain yang terlihat sangat dominan di satu kompetisi belum tentu menghasilkan statistik yang sama ketika berpindah ke kompetisi lain.
Setiap tim NBA memainkan 82 pertandingan pada regular season. Musim 2026/2027, misalnya, dimulai pada 20 Oktober 2026 dan regular season baru berakhir pada 11 April 2027. Setelah itu masih ada Play-In Tournament dan playoff bagi tim yang lolos.
Artinya, pemain NBA menghadapi jadwal yang sangat panjang. Tim tidak hanya bermain setiap beberapa hari, tetapi juga harus melakukan perjalanan antarnegara bagian, menghadapi pertandingan back-to-back, menjaga kondisi pemain, hingga mengatur menit bermain sepanjang musim.
IBL memiliki skala yang berbeda. Pada musim reguler IBL 2026, tercatat 110 pertandingan berlangsung dari 10 Januari hingga 10 Mei, dengan delapan dari 11 kontestan melaju ke playoff. IBL juga menggunakan format home and away, sehingga pertandingan tidak terpusat di satu lokasi dan membawa tim ke berbagai kota sekaligus membangun basis penggemar masing-masing klub.
NBA memperbolehkan setiap tim memiliki maksimal 15 pemain dalam roster utama, dengan 12 pemain yang bisa aktif dalam sebuah pertandingan.
Di Indonesia, IBL memperbolehkan klub mendaftarkan 14 pemain lokal dan maksimal tiga pemain asing dengan aturan tertentu. Klub juga diwajibkan memiliki minimal dua pemain berusia di bawah 23 tahun dengan rata-rata waktu bermain tertentu sepanjang musim reguler.
Aturan tersebut akan bergerak lebih jauh pada musim 2027. Per Oktober 2026, IBL dan pemilik klub telah menyepakati arah regulasi bahwa setiap klub hanya boleh mengontrak dua pemain asing pada musim 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk memperbesar kesempatan bermain bagi pemain lokal.
NBA mempunyai sistem salary cap yang sangat kompleks, mencakup batas pengeluaran, pengecualian tertentu, luxury tax, hingga second apron yang membuat klub tidak bebas mengeluarkan uang untuk membangun roster. Sistem itu dirancang menjaga keseimbangan kompetisi dan mencegah tim dengan kekuatan finansial terbesar mendominasi liga tanpa batas.
IBL juga mulai menerapkan mekanisme serupa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi basket Indonesia. Pada musim 2026, IBL menetapkan batas gaji pemain asing sebesar 30.000 dolar AS per bulan atau sekitar Rp530 juta. Pelanggaran dapat berujung pada denda, pengurangan subsidi, hingga pengurangan poin.
Sebelum masuk playoff, NBA menggelar Play-In Tournament untuk menentukan dua tim terakhir yang mendapatkan tiket playoff dari masing-masing konferensi. Babak playoff menggunakan format best-of-seven, sehingga sebuah tim harus memenangkan empat pertandingan untuk melewati satu ronde.
IBL atau kompetisi negara lain mayoritas memakai pendekatan berbeda. Pada musim 2026, semifinal dan final menggunakan format best-of-five dengan keuntungan kandang lebih banyak bagi tim berperingkat lebih tinggi.
IBL 2026 sendiri menghasilkan salah satu final paling ketat dalam sejarah terbarunya. Bogor Hornbills mengalahkan Pelita Jaya Jakarta dengan skor seri 3-2 dan menjadi juara IBL 2026. Hornbills mencatat sejarah sebagai juara baru setelah lima musim terakhir menghasilkan lima juara berbeda.
Salah satu alasan NBA dianggap sebagai kompetisi basket paling global adalah keberagaman pemainnya. Pada opening night musim 2025/2026, terdapat 135 pemain internasional dari 43 negara dan enam benua. Seluruh 30 tim NBA memiliki setidaknya satu pemain internasional.
Nama-nama seperti Nikola Jokic dari Serbia, Giannis Antetokounmpo dari Yunani, Luka Doncic dari Slovenia, dan Victor Wembanyama dari Prancis menunjukkan bahwa pemain terbaik NBA tidak selalu berasal dari Amerika Serikat. Sementara itu, IBL lebih berfokus pada pengembangan pemain Indonesia dengan tambahan pemain asing sebagai bagian dari komposisi roster.
Jika pertanyaannya soal kualitas pemain dan skala industri, NBA berada di level yang sangat berbeda. Namun, menyebut NBA lebih bagus tanpa konteks juga kurang tepat.
NBA dibangun dengan karakter kompetisi Amerika Utara yang panjang: 82 pertandingan regular season, sistem salary cap yang kompleks, perjalanan antarkota yang masif, serta playoff best-of-seven. IBL memiliki kebutuhan yang berbeda, yakni membangun klub berbasis kota, memperluas basis penonton, memberi ruang bagi pemain lokal, mengembangkan pemain muda, sekaligus menjaga klub tetap sehat secara finansial.
Karena itu, aturan yang digunakan tidak harus sama dengan NBA. Ketika melihat NBA, penonton melihat bagaimana olahraga ini berkembang menjadi industri olahraga global. Ketika melihat IBL, penonton dapat melihat bagaimana olahraga yang sama sedang membangun ekosistem profesionalnya di Indonesia.
Sumber: Antara Olahraga
Ajay Mitchell 30 poin menjadi rekor pribadi saat Thunder tampil pincang melawan Phoenix Suns pada laga kedua rangkaian back-to-back.
Packers turun tiga peringkat ke posisi 15 di consensus NFL power rankings usai kalah 20-17 dari Detroit Lions. Berikut rincian penilaian delapan pengamat.
Motherwell kalah enam beruntun di Scottish Premiership dengan pertahanan yang bocor, kata Scott Allan soal agresivitas tanpa bola.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.