Ganda putri Isyana/Rinjani juara Indonesia Masters 2026

Ganda putri Isyana/Rinjani juara Indonesia Masters 2026

Olahraga

Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine juara Indonesia Masters 2026 usai mengalahkan pasangan Thailand dua gim langsung 21-15, 21-17 di Kudus.

Kudus - Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine menutup perjalanan mereka di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 dengan gelar juara. Pada partai final di GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Minggu, pasangan tuan rumah itu mengalahkan wakil Thailand Hathaithip Mijad/Napapakom Tungkasatan dua gim langsung 21-15, 21-17.

Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi Isyana/Rinjani karena diraih di hadapan publik sendiri. Keduanya menjadi salah satu tumpuan wakil putri Indonesia untuk meraih gelar pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 itu setelah wakil putri lainnya berguguran di babak semifinal.

Main yakin dan menikmati pertandingan

Isyana seusai pertandingan mengatakan kunci kemenangan mereka adalah bermain dengan penuh keyakinan dan menikmati pertandingan tanpa terbebani target untuk menjadi juara. Menurutnya, keduanya lebih memilih memusatkan perhatian pada cara bermain di lapangan daripada memikirkan hasil akhir.

"Tadi permainan kami lebih main yakin saja, mau menikmati pertandingan. Mungkin karena ini satu langkah lagi, kita enggak mau mikirin mau juara. Kita mau mikirin cara main saja, bagaimana di lapangannya," ujar Isyana didampingi Rinjani.

Menurut dia, pasangan Thailand tampil cukup baik, terutama pada awal gim pertama. Namun, Isyana/Rinjani mampu memanfaatkan momentum ketika lawan mulai kehilangan poin dan mengalami penurunan konsistensi permainan.

Adu mental melawan lawan tanpa beban

Isyana juga mengakui pertandingan tersebut membutuhkan ketahanan mental. Sebab, lawan tampil tanpa beban dan berambisi mengalahkan wakil tuan rumah.

"Pasti mereka main di sini 'nothing to lose', apalagi mereka mau mengalahkan kita karena kita tuan rumah. Itu jangan sampai menjadi bumerang bagi kita sendiri. Jadi, kita juga lebih adu mental dan tahan," ujarnya.

Menurut Isyana, status sebagai tuan rumah harus dikelola dengan baik agar tidak berbalik merugikan mereka sendiri. Karena itu, keduanya berupaya tampil lebih tenang dan bertahan dalam adu mental sepanjang pertandingan.

Ia menjelaskan pada akhir gim pertama mereka mampu memperlebar keunggulan setelah melihat lawan mulai kehilangan momentum. Situasi serupa juga terjadi pada gim kedua ketika kedua pasangan saling mengejar perolehan poin. Menurut dia, kemampuan membaca situasi dan memanfaatkan kesempatan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan mereka meraih kemenangan.

Pesan pelatih dan dukungan tim

Sementara itu, Rinjani mengatakan pelatih Nitya Krishinda Maheswari Korwa sebelum pertandingan meminta keduanya bermain dengan penuh keyakinan dan percaya terhadap kemampuan masing-masing.

"Bermain yakin saja, percaya diri sama pukulannya masing-masing. Apa yang mau dibuat, yakin saja sama pukulannya," ujar Rinjani.

Gelar di Kudus tersebut menjadi gelar juara kedua bagi Isyana/Rinjani pada turnamen level Super 100. Sebelumnya, mereka juga meraih gelar juara di India pada 2025.

Rinjani mengungkapkan keberhasilan mereka tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak selama mengikuti turnamen, mulai dari suporter yang hadir di arena, orang tua, pasangan bermain, hingga tim pendukung.

"Pastinya semuanya berperan, dari suporter di sini juga. Kebetulan orang tua saya datang untuk menyemangati dan mendoakan. Partner juga, terus tim pendukung kita, seperti tim gizi, masseur, dan fisioterapi, juga membantu kita," ujarnya.

Sumber: Antara Top News

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy