Film Dokumenter 'You Can See Everything' Raup 19,5 Juta Dolar di Pekan Kedua

Film Dokumenter 'You Can See Everything' Raup 19,5 Juta Dolar di Pekan Kedua

Hiburan

Film You Can See Everything meraup 19,5 juta dolar AS pada pekan kedua, naik 25 persen dari 15,6 juta dolar AS saat debut di bioskop.

Film dokumenter "You Can See Everything" produksi A24 masih menjadi magnet bagi penonton bioskop. Pada pekan kedua penayangannya, film yang mengupas sosok pendiri Theranos, Elizabeth Holmes, itu mengumpulkan 19,5 juta dolar AS, naik 25 persen dibandingkan pendapatan pekan pembukaan sebesar 15,6 juta dolar AS.

Kenaikan itu salah satunya ditopang perluasan jumlah bioskop. "You Can See Everything" kini tayang di 2.655 bioskop, jauh lebih banyak daripada 855 bioskop pada pekan pertama. Meski begitu, capaian tersebut tergolong luar biasa karena film ini berdurasi tiga jam dan berformat dokumenter, tetapi berperilaku seperti film komersial arus utama.

Strategi kerahasiaan A24

Faktor lain yang turut mendorong penjualan tiket adalah langkah A24 yang menutup rapat isi film. Studio itu meyakinkan penonton bahwa satu-satunya cara menghindari spoiler adalah membeli tiket dan menontonnya langsung di bioskop.

Dengan biaya produksi hanya 7 juta dolar AS, "You Can See Everything" telah mengumpulkan 45,1 juta dolar AS. Capaian itu menempatkan film ini pada jalur menjadi salah satu film nonfiksi paling sukses dalam sejarah.

Rekor Fahrenheit 9/11 belum terlewati

Rekor film dokumenter terlaris masih dipegang "Fahrenheit 9/11" karya Michael Moore, sebuah film bertema anti-Bush yang dirilis di tengah pemilihan presiden 2004 yang memanas, dengan pendapatan sedikit di atas 222 juta dolar AS.

Sementara itu, "You Can See Everything" telah melampaui "Melania", yang sebelumnya menjadi dokumenter terlaris tahun ini dengan pendapatan 16,3 juta dolar AS. Film tentang kehidupan mewah Ibu Negara Amerika Serikat itu dinilai jauh lebih mahal karena Jeff Bezos dan Amazon MGM Studios membayar 40 juta dolar AS untuk hak penayangannya.

Peluang masuk bursa Oscar

Pertanyaan berikutnya, apakah kesuksesan komersial ini akan mengantar "You Can See Everything" beserta sutradaranya, Nathan Fielder dan Lance Oppenheim, ke ajang Oscar. Jawabannya belum pasti, meski para pengamat industri penghargaan telah menulis banyak sekali ulasan mengenai peluang tersebut.

Kendati cabang dokumenter Akademi tidak memasukkan Fielder dan Oppenheim, atau "You Can See Everything" gagal menjadi dokumenter pertama yang meraih nominasi Film Terbaik, film ini tetap akan tercatat sebagai hits besar bagi A24 dan memperpanjang tren positif studio tersebut di box office.

Pada tahun ini, A24 merilis "Backrooms", film terbesar dalam sejarah studio itu dengan pendapatan global 400 juta dolar AS, sekaligus judul-judul sukses lain seperti "Primetime" dan "The Drama". Deretan capaian itu sekaligus membuktikan bahwa penonton mau datang ke bioskop untuk tayangan yang bukan sekadar film superhero dan sekuel.

Sumber: IndieWire

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy