Street Fighter V Ditarik Sementara dari Steam, Mode Online Dimatikan
TeknologiCapcom mematikan sementara fungsi online Street Fighter V dan menariknya dari Steam setelah muncul masalah akibat celah keamanan PHP pekan lalu.
Linux di perangkat konsumen kian terlihat lewat Steam Deck, PinePhone, hingga sistem mobil. Kompatibilitas perangkat lunak masih jadi hambatan.
Linux selama ini berperan sebagai fondasi yang tidak terlihat bagi infrastruktur digital, mulai dari server, superkomputer, sistem cloud, hingga berbagai komponen internet. Sistem operasi itu jarang muncul sebagai produk yang bisa dipakai pengguna sehari-hari karena lebih akrab di kalangan pengembang dan administrator sistem. Namun persepsi tersebut perlahan berubah.
Linux kini makin terlihat di perangkat konsumen, termasuk ponsel pintar, konsol gim genggam, televisi pintar, mobil, dan komputer desktop pribadi. Peralihan ini berlangsung bertahap melalui perubahan kecil yang sering tidak disadari pengguna, tetapi pengaruhnya diperkirakan terus membesar dalam beberapa tahun ke depan.
Table of contents [Show]
Android menjadi contoh paling jelas. Sistem operasi itu berjalan di miliaran ponsel pintar di seluruh dunia dan dibangun di atas kernel Linux. Sebagian besar pengguna tidak menyadarinya karena mereka berinteraksi lewat antarmuka milik pengembang perangkat, bukan lewat Linux secara langsung.
Hal serupa berlaku pada televisi pintar, router, dan perangkat Internet of Things yang saling terhubung membentuk ekosistem digital modern. Perangkat-perangkat itu menjalankan versi Linux yang telah disesuaikan, sehingga keberadaannya nyaris tidak terasa bagi pengguna. Kini Linux mulai tampil sebagai pilihan komputasi yang bisa dikenali dan dipakai untuk kebutuhan harian.
Industri gim muncul sebagai pendorong yang tak terduga bagi penggunaan Linux di perangkat pribadi. Peluncuran Steam Deck menjadi momen penting ketika Linux membuktikan kemampuannya menyajikan pengalaman bermain gim secara utuh. Steam Deck berjalan di SteamOS, sistem operasi berbasis Linux yang memungkinkan pengguna mengakses koleksi besar gim PC dengan prosedur sederhana.
Valve mendukung pengembangan Proton, alat kompatibilitas yang membuat banyak gim PC yang sebelumnya hanya berjalan di Windows dapat dimainkan di platform Linux dengan lebih mudah. Gim selama ini menjadi salah satu alasan utama yang menahan pengguna dari Linux di komputer desktop, sehingga dukungan tersebut memperluas daya tarik sistem operasi ini.
Keberhasilan Steam Deck juga mendorong perusahaan lain mengembangkan perangkat genggam dan konsol gim bertenaga Linux, yang berpotensi menambah kehadiran Linux di industri elektronik konsumen.
Linux tidak lagi terbatas pada urusan gim. PinePhone dan produk laptop System76 memberi pengguna jalan masuk ke distribusi Linux tanpa harus melalui antarmuka Android atau sistem tertanam. Keduanya masih menyasar segmen pasar tertentu, tetapi menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap sistem komputasi terbuka yang bisa dimodifikasi pengguna.
Sistem berbasis Linux juga diposisikan sebagai alternatif yang menonjolkan privasi dibandingkan platform arus utama. Sejumlah produsen PC besar kini menyediakan Linux sebagai opsi terpasang di perangkat, yang mempermudah pemasangan pada model tertentu dan membuka jalan bagi pengguna nonteknis.
Perluasan Linux melalui perangkat yang tidak menampakkan dirinya justru lebih besar dibandingkan perangkat Linux yang tampil secara terang-terangan. Linux tetap menjadi sistem operasi utama untuk televisi pintar, sistem otomotif, dan jaringan Internet of Things. Industri otomotif memakai Automotive Grade Linux untuk mengembangkan sistem infotainment dan teknologi kendaraan terhubung.
Industri sistem tertanam juga menjadikan Linux sebagai standar utama karena sifatnya yang luwes dan mudah dikembangkan. Perangkat rumah pintar, termasuk pengeras suara dan sistem keamanan, bergantung pada platform berbasis Linux. Semakin matang ekosistem tersebut, semakin penting posisi Linux bagi teknologi konsumen meski keberadaannya tak terlihat.
Pertumbuhan Linux di perangkat konsumen ditopang sejumlah faktor. Kebutuhan akan privasi dan kendali atas data pribadi menjadi salah satu pendorong utama, karena Linux menawarkan solusi yang transparan dan dapat disesuaikan. Perkembangan kecerdasan artifisial dan komputasi tepi turut berperan, seiring desain modular Linux yang memudahkan produsen membangun perangkat dengan sistem AI terintegrasi serta menjalankan model pembelajaran mesin secara lokal.
Faktor biaya juga diperhitungkan. Linux menjadi pilihan sistem operasi tanpa biaya bagi produsen karena tidak menuntut pembayaran royalti. Sementara itu, perbaikan pengalaman pengguna membuat Linux lebih ramah, dengan antarmuka yang lebih rapi, kompatibilitas perangkat keras yang membaik, dan proses pemasangan yang lebih sederhana.
Meski kemajuannya nyata, Linux masih menghadapi hambatan yang menahan adopsi pengguna umum. Kompatibilitas perangkat lunak menjadi persoalan utama, terutama untuk aplikasi khusus yang hanya berjalan di Windows atau macOS.
Fragmentasi distribusi juga menimbulkan masalah kegunaan. Pengguna baru berpotensi kesulitan memilih versi yang tepat karena harus memahami perbedaan di antara berbagai distribusi. Dukungan perangkat keras belum sepenuhnya merata; sejumlah perangkat dan periferal masih belum didukung penuh, sehingga menyulitkan pemakaian sehari-hari. Berbagai tantangan itu menuntut pengembangan berkelanjutan dan upaya standardisasi agar Linux mampu bersaing dengan platform konsumen yang sudah mapan.
Linux diperkirakan memainkan peran yang semakin besar di perangkat konsumen, meski pengaruhnya tidak selalu tampak jelas. Linux cenderung membangun ruangnya sendiri di samping sistem operasi mapan seperti Windows dan macOS, bukan menggantikannya sepenuhnya.
Beberapa arah yang kemungkinan muncul:
Ekspansi Linux ke perangkat konsumen bukan revolusi yang tiba-tiba, melainkan transformasi bertahap yang berlangsung senyap di berbagai bidang. Linux telah lama menjadi fondasi tersembunyi bagi banyak sistem teknologi, dan kini memasuki babak yang lebih terlihat. Peralihan ini tidak sekadar soal kemajuan teknologi, tetapi juga menandai lahirnya standar baru bagi sistem komputasi terbuka yang memberi pengguna kendali lebih penuh atas lingkungannya.
Sumber: TechGenyz
Capcom mematikan sementara fungsi online Street Fighter V dan menariknya dari Steam setelah muncul masalah akibat celah keamanan PHP pekan lalu.
Jensen Huang menyebut lisensi software AI NVIDIA bisa mencapai US$2.000 per GPU per tahun, sekitar Rp36 juta, sebagai ilustrasi potensi bisnis.
Artifact management menghubungkan build CI/CD dengan deployment yang dapat dilacak dan direproduksi, diperkuat SBOM, signing, dan provenance.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.