Jio Platforms Melantai di Bursa, Sinyal Era Tarif Data Murah Berakhir
EkonomiIPO Jio Platforms senilai 3,2 miliar dolar AS, terbesar di India, diminati investor dan berpotensi mengakhiri era tarif data murah.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Indonesia bisa menentukan rating sendiri di tengah ancaman downgrade MSCI terhadap bursa RI.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara menanggapi rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Dasco menegaskan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menentukan arah sekaligus penilaian pasar modalnya sendiri. Menurutnya, persatuan dan semangat nasionalisme menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri," tulis Dasco melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu (25/10/2026).
Politikus yang juga menjabat Ketua Harian Partai Gerindra itu menyatakan Indonesia harus tetap bersatu dan berjuang untuk mencapai kemajuan, sekaligus menjadi bangsa yang unggul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
"Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang," tulisnya.
Pengumuman MSCI pada Jumat (16/10/2026) menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi penilaian investor global terhadap pasar modal Indonesia. Dampaknya langsung terasa pada perdagangan pekan lalu ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Meski demikian, indeks kembali menguat pada pekan ini.
Ancaman downgrade klasifikasi pasar modal itu juga berpotensi memengaruhi akses saham Indonesia terhadap portofolio investor institusi global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi. Dengan begitu, status klasifikasi pasar ikut menentukan seberapa jauh saham Indonesia diperhitungkan dalam portofolio investor institusi tersebut.
Tekanan yang datang bersamaan membuat situasi pasar modal domestik kian berat. Sebelumnya, pasar sudah menghadapi aksi jual investor asing dan meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek investasi di Indonesia.
MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia, mulai dari transparansi struktur kepemilikan saham hingga keterbatasan data untuk mengukur kepemilikan publik secara akurat. Penyedia indeks global itu juga menyampaikan kekhawatiran mengenai dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.
Persoalan tersebut dinilai berkaitan dengan kemampuan investor dalam sejumlah hal, yaitu:
Sorotan MSCI dengan demikian menyangkut sejauh mana investor dapat membaca struktur kepemilikan, menghitung saham yang benar-benar tersedia di pasar, dan meyakini bahwa harga terbentuk secara wajar.
MSCI menjadwalkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia sebelum keputusan final ditetapkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Selama proses konsultasi berlangsung, MSCI juga mempertahankan pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks yang berkaitan dengan saham Indonesia. Langkah tersebut menambah tekanan terhadap pasar modal domestik yang sebelumnya menghadapi aksi jual investor asing dan meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek investasi di Indonesia.
Rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan rencana perubahan klasifikasi pasar ini berjalan sebagai berikut:
Di tengah situasi tersebut, Dasco menekankan pentingnya sikap bersama. Ia menilai Indonesia harus tetap bersatu, bergerak, dan berjuang untuk mencapai kemajuan serta menjadi bangsa yang unggul di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, bursa dan rating pasar modal Indonesia adalah hal yang dapat ditentukan sendiri oleh bangsa ini.
Sumber: VIVA
IPO Jio Platforms senilai 3,2 miliar dolar AS, terbesar di India, diminati investor dan berpotensi mengakhiri era tarif data murah.
Investigasi manipulasi harga BEI akan diutamakan, bukan lagi notifikasi UMA. Saham lapis ketiga dan promosi oleh influencer ikut dicermati.
Dampak ekonomi konser Ye dan JRF 2026 mencapai Rp625 miliar bagi DKI Jakarta, terdiri dari Rp450 miliar dari konser Ye dan Rp175 miliar dari JRF.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.