MUI Ingatkan Pemerintah soal Potensi Benturan di Masyarakat Imbas Konser Andrea Bocelli
NasionalMUI mengingatkan pemerintah soal potensi benturan di masyarakat menyusul rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
OMC BMKG Jakarta bersama BPBD DKI berlangsung 21-25 Oktober 2026 untuk menekan polusi udara, dengan menabur garam untuk memicu hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta pada 21ΓÇô25 Oktober 2026. Operasi tersebut dilakukan dengan menabur 4 ton garam dan diarahkan untuk membantu menurunkan polusi udara yang berpotensi mengganggu pelaksanaan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa OMC merupakan bagian dari penguatan sinergi antara BMKG dan Pemprov DKI Jakarta. Sinergi tersebut mencakup upaya mitigasi bencana hidrometeorologi serta pemantauan dan pengendalian pencemaran udara.
Menurut Faisal, informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan serta penanganan berbagai persoalan lingkungan perkotaan. Karena itu, kerja sama antara lembaga meteorologi dan pemerintah daerah ditempatkan sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi persoalan tersebut.
Faisal menuturkan, kerja sama di bidang kualitas udara telah berjalan melalui pertukaran data antara BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Data yang dipertukarkan mencakup parameter meteorologi dan kualitas udara.
ΓÇ£Khusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara,ΓÇ¥ ungkap Faisal, Minggu (25/10/2026).
Selain melalui pertukaran data antarlelmbaga, pemantauan dan analisis kualitas udara kini semakin mudah diakses masyarakat melalui aplikasi JAKI. Informasi yang tersedia mencakup kondisi terkini mengenai PM2.5 serta prediksi hingga tiga hari ke depan.
Ke depan, penguatan sistem peringatan dini kualitas udara diupayakan dapat mendukung komunikasi risiko dan tindakan dini masyarakat, terutama kelompok rentan. Peringatan dini itu disebut sebagai bagian dari upaya pemantauan dan pengendalian pencemaran udara yang dilakukan BMKG bersama Pemprov DKI Jakarta.
Di sisi lain, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC harus berlandaskan kajian meteorologis, kondisi atmosfer, serta kebutuhan operasional. Dengan landasan tersebut, OMC diharapkan dapat membantu mendukung mitigasi polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui intervensi terhadap awan untuk memicu hujan.
ΓÇ£Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar. Upaya ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lingkungan yang lebih nyaman di tengah suhu udara yang panas,ΓÇ¥ tutur Seto.
Dengan demikian, OMC yang berlangsung pada 21ΓÇô25 Oktober 2026 tidak berdiri sendiri, melainkan dilaksanakan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara dan penyediaan informasi bagi masyarakat. Intervensi terhadap awan untuk memicu hujan diharapkan membantu membersihkan sebagian partikel pencemar, sementara informasi PM2.5 dan prediksi tiga hari ke depan dapat diakses melalui aplikasi JAKI.
BMKG menempatkan langkah ini sebagai bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus pemantauan dan pengendalian pencemaran udara di Jakarta. Pelaksanaan OMC sendiri, menurut Seto, tetap mengacu pada kajian meteorologis, kondisi atmosfer, dan kebutuhan operasional di lapangan.
Hasil akhir dari operasi ini bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar, sebagaimana disampaikan Seto. Selain menurunkan polusi udara, upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya kondisi lingkungan yang lebih nyaman di tengah suhu udara yang panas.
Sumber: Okezone
MUI mengingatkan pemerintah soal potensi benturan di masyarakat menyusul rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi lima kali sejak dini hari hingga pagi 26 Oktober 2026, dengan status masih Siaga atau Level III.
Pemkot Jakarta Timur menyalurkan bantuan kebakaran Rawamangun berupa natura dan makanan siap saji bagi 20 jiwa penyintas dua rumah yang terbakar.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.