Bayi Surili Terpisah dari Induk saat Karhutla Ciremai Diselamatkan Petani

Bayi Surili Terpisah dari Induk saat Karhutla Ciremai Diselamatkan Petani

Nasional

Bayi surili yang terpisah dari induknya saat karhutla Ciremai di Puncak Dulang diselamatkan petani MPA, Dodo, lalu dipertemukan kembali.

Seekor bayi surili yang terpisah dari induknya saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Puncak Dulang, Gunung Ciremai, Jawa Barat, berhasil diselamatkan seorang petani. Petani tersebut adalah Darsa alias Dodo, 51 tahun, yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar Silihwangi Majakuning.

Bayi surili ditemukan Dodo dalam kondisi lemas di dahan pohon yang terbakar pada Kamis (22/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, api masih membakar kawasan hutan di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dirawat di tenda sementara

Menemukan primata kecil itu di tengah kobaran api, Dodo langsung membawanya menjauh dari titik kebakaran. Bayi surili kemudian ditempatkan di tenda sementara yang dinilai lebih aman. Bayi itu diduga telah banyak menghirup asap kebakaran sehingga perlu dirawat hingga kondisinya membaik.

Keesokan paginya, kondisi bayi surili mulai pulih. Hewan itu kembali mengeluarkan suara setelah sebelumnya terlihat lemas.

Pencarian pertama belum membuahkan hasil

Setelah membantu memadamkan api dan membuat sekat bakar, Dodo bersama relawan lain berupaya mencari induk bayi surili tersebut. Upaya itu dilakukan agar bayi dan induknya bisa kembali bersama. Pencarian pertama digelar pada Jumat (23/10) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pada pencarian itu, Dodo menyusuri hutan sejauh sekitar 500 meter di tengah kondisi lahan yang terbakar dan masih menyisakan bara api. Namun, induk surili belum ditemukan. Bayi tersebut akhirnya dibawa kembali ke tenda sementara.

Induk ditemukan di zona inti

Dodo tidak menyerah. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia kembali mencari induk surili dengan menyusuri zona inti Gunung Ciremai yang belum terbakar. Setelah berjalan sekitar 300 meter dari lokasi penemuan bayi, ia akhirnya menemukan induk yang dicarinya.

Selama pencarian berlangsung, bayi surili terus mengeluarkan suara. Dodo menduga suara tersebut menjadi petunjuk bahwa induknya berada tidak jauh dari lokasi mereka.

Dalam pertemuan itu, Dodo juga menemukan sekitar 15 ekor surili yang berada bersama induk bayi tersebut.

"Kondisinya sudah terbakar, jadi kenapa si anakan surili ini ditinggal. Jadi induknya itu mungkin kena asap, jadi kacau ditinggal pada lari masuk ke zona inti yang belum terbakar. Beruntung kami sudah buat sekat bakar, jadi api kemungkinan nggak masuk ke zona inti. Ada sekitar 15 ekor tuh ada. Karena memang itu habitat surili," tutur Dodo.

Berpindah ke zona inti

Dodo menduga kelompok primata itu menyelamatkan diri dari kebakaran dengan berpindah ke zona inti yang belum terdampak api.

Selain menyelamatkan bayi primata endemik itu dari kebakaran, Dodo berhasil menemukan induknya dan mempertemukan kembali keduanya di habitat asalnya. Bayi surili itu pun kembali bersama kelompoknya di kawasan hutan Gunung Ciremai.

Sumber: CNN Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy