Sharon Osbourne Kenang Ozzy: Setiap Hari Saya ke Makamnya, Bisa Kulihat dari Jendela

Sharon Osbourne Kenang Ozzy: Setiap Hari Saya ke Makamnya, Bisa Kulihat dari Jendela

Hiburan

Sharon Osbourne mengenang Ozzy Osbourne, 15 bulan setelah sang suami meninggal, dan mengaku setiap hari berziarah ke makamnya di halaman rumah.

Sharon Osbourne mengaku masih mengunjungi makam suaminya, Ozzy Osbourne, setiap hari. Itu terjadi sekitar 15 bulan setelah vokalis itu meninggal pada usia 76 tahun di kediamannya di Buckinghamshire.

"Tentu saja, setiap hari. Saya bisa melihatnya dari jendela saya," kata Sharon, dikutip BBC Entertainment & Arts.

Ozzy meninggal akibat serangan jantung. Pagi itu ia bangun lebih awal dan turun ke bawah untuk rutinitas olahraga paginya. Tak lama kemudian serangan jantung datang. Helikopter ambulans dipanggil dan paramedis berupaya menyelamatkannya, tetapi semuanya terlambat.

"Saya sedang tidur. Kami sempat berbicara pada malam harinya. Ozzy terbangun di malam hari dan meminta saya menciumnya dua kali, dan saya melakukannya," ujar Sharon.

"Lalu dia berkata, 'Peluk aku, peluk aku erat-erat,' dan saya melakukannya. Lalu hal berikutnya yang saya tahu, hari sudah pagi, dan seseorang bergegas masuk ke kamar sambil berkata, 'Turun sekarang'. Saya berlari ke bawah, dan itulah akhirnya."

Konser perpisahan tiga pekan sebelumnya

Ozzy sudah lama mengidap sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit Parkinson dan tulang belakang yang retak. Meski begitu, kematiannya tetap mengejutkan. Kurang dari tiga pekan sebelumnya, ia masih tampil di atas panggung di Birmingham dalam sebuah konser perpisahan.

Usai pertunjukan itu, menurut Sharon, suaminya sangat gembira. Ia membuka internet dan membaca ulasan-ulasan tentang penampilannya.

"Dia bilang, 'Ada yang salah besar', dan saya bertanya, 'Kenapa?' Dia menjawab, 'Tidak ada satu pun yang mencaci saya. Kenapa orang-orang baik kepada saya?' Dan saya bilang, 'Karena mereka menyukaimu'," kenang Sharon.

Duka itu, kata Sharon, tidak akan pernah hilang.

"Anda kehilangan cinta dalam hidup Anda, jadi Anda tidak bisa sekadar bangun lalu berkata, 'Saya sudah baik sekarang. Saya sudah sembuh'. Anda tidak pernah bisa melaluinya. Tetapi Anda belajar hidup dengannya, dan itulah yang saya coba lakukan," ujarnya.

"Jadi Anda pilih duduk di kamar dan tidak keluar, atau Anda menerimanya, berteman dengannya, dan selesai."

Kasih penggemar di Birmingham

Kasih sayang para penggemar Ozzy terlihat jelas sebelum pemakaman. Ribuan orang berbaris di jalanan Birmingham, meletakkan bunga sebagai penghormatan, dan menyanyikan lagu-lagu Black Sabbath saat jenazah Ozzy dibawa melintasi kota asalnya dengan mobil jenazah yang dihiasi karangan bunga ungu berbentuk salib.

Menurut Sharon, Ozzy akan kebingungan menghadapi luapan kasih itu.

"Dia akan berkata, 'Ada apa dengan kalian? Pulang!'" ujarnya.

Namun bagi keluarga, respons publik itu menjadi sumber penghiburan besar. Putri mereka, Kelly, tahun lalu mengatakan, "Saya tidak pernah membayangkan betapa menolongnya mengetahui bahwa kami tidak sendiri dalam duka dan kesedihan kami, dan bahwa seluruh dunia mencintainya seperti kami."

Kartu dan pesan dari para penggemar dikumpulkan, disortir, dan difoto. Bunganya dijadikan kompos untuk taman keluarga, tempat Ozzy dimakamkan.

"Tidak mungkin saya menempatkan Ozzy di pemakaman umum," kata Sharon.

"Saya melihat apa yang terjadi pada orang lain yang menjadi sorotan publik. Tidak ada kedamaian karena orang ingin datang dan memberi penghormatan. Itu berlangsung terus. Saya ingin Ozzy beristirahat dan tenang."

Sharon mengaku masih sering berbicara dengan suaminya. Ditanya apa yang biasa ia bicarakan, ia meletakkan jari di bibirnya dan mengucapkan "ssst" pelan.

Lebih dari 50 tahun bersama

Hubungan Ozzy dan Sharon membentang lebih dari 50 tahun. Keduanya bertemu pada 1970 dan menikah pada 1982. Masa bersama mereka sempat bergolak: Ozzy ditangkap karena percobaan pembunuhan terhadap Sharon pada 1989, dan Sharon mencabut tuduhan itu. Mereka juga sempat berpisah sebentar pada 2016 di tengah kabar perselingkuhan. Meski demikian, pasangan itu menegaskan mereka adalah belahan jiwa.

"Itu hubungan yang tidak biasa karena kami mengalami puncak yang begitu tinggi dan titik terendah yang begitu buruk," kata Sharon. Namun di akhir hidupnya, ia menambahkan, Ozzy "tahu" betapa besar ia dicintai.

Dokumenter konser terakhir

Bukti cinta itu, dari keluarga, penggemar, dan rekan-rekan bandnya, terekam dalam dokumenter baru tentang konser terakhir Ozzy di Villa Park, Birmingham, tahun lalu, ketika ia kembali tampil bersama Black Sabbath.

Berjudul Back To The Beginning, film itu memuat lebih dari 25 lagu yang dimainkan dalam konser bertabur bintang tersebut, termasuk penampilan solo Ozzy dan seluruh pertunjukan Sabbath.

Dalam rekaman di balik panggung, para pemusik kelas atas membicarakan pengaruh Ozzy dengan nada kagum.

"Kalau tidak ada Sabbath, tidak ada Metallica. Sesederhana itu," kata vokalis Metallica, James Hetfield.

Yungblud, yang membawakan versi lagu Changes dan menjadi salah satu momen paling emosional konser itu, berbicara tentang bagaimana Ozzy mengubah hidupnya sejak ia masih anak yang merasa tidak cocok di lingkungannya.

"Kenyataan bahwa dia dirayakan karena kegilaannya dan keindividualannya memberi saya harapan," ujarnya.

Sharon menyebut konser itu adalah keinginan terakhir Ozzy, satu hal yang membuatnya bahagia setelah bertahun-tahun kesehatannya menurun. Namun acara itu hampir tidak pernah terwujud.

Enam bulan sebelum pertunjukan, Ozzy terjatuh dan tulang belakangnya retak. Dalam masa pemulihan, ia tiga kali terserang pneumonia. Setelah operasi punggung, ia terkena sepsis dan nyaris meninggal. Dua pekan sebelum konser, dokter mendesaknya membatalkan.

"Mereka datang menemui kami di rumah dan berkata, 'Anda tidak bisa melakukan ini. Kami menyarankan Anda tidak melakukannya. Jantung Anda terlalu lemah'," Sharon mengenang.

Ozzy tetap nekat. Ia tampil duduk di atas semacam singgasana, tetapi matanya penuh semangat dan suaranya kuat. Di balik panggung, Sharon mengakui seluruh keluarga ketakutan. Namun sesuatu berubah ketika Ozzy memasuki stadion.

"Dia duduk di ruang riasnya, menonton semua orang tampil di layar, dan dia berkata, 'Saya tidak percaya mereka semua ada di sini'," kata Sharon.

"Saya tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tetapi dia melakukannya. Anda melihatnya di matanya, di wajahnya. Itu membuatnya merasa hidup kembali."

Efeknya begitu menguatkan sehingga seusai turun panggung, Ozzy menyatakan ingin menggelar tur. "Dia sangat bersemangat," kata Sharon sambil tertawa. "Dia seperti, 'Saya bisa melakukan ini, dan penggemar tidak keberatan kalau saya duduk'."

"Mengutip salah satu lagunya, dia terbang tinggi lagi," ujar Sharon. "Dia melayang selama 17 hari terakhir hidupnya. Itu luar biasa. Itu penuh kebahagiaan."

Sumber: BBC Entertainment & Arts

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy