Peta Materi Gelap dalam Simulasi Alam Semesta di APOD NASA

Peta Materi Gelap dalam Simulasi Alam Semesta di APOD NASA

Internasional

Peta materi gelap dari simulasi komputer menampilkan filamen rumit seperti jaring laba-laba, dengan materi baryonik jarang berwarna oranye.

Astronomy Picture of the Day (APOD) edisi 25 Oktober 2026 menampilkan peta materi gelap yang memberi gambaran tentang bagaimana materi tak terlihat itu mungkin tersebar di alam semesta. Gambar tersebut merupakan satu bingkai dari simulasi komputer terperinci yang menjadi bagian dari pertunjukan planetarium bertajuk Dark Universe di Hayden Planetarium, American Museum of Natural History.

Dalam bingkai simulasi itu, filamen materi gelap yang rumit ditampilkan berwarna hitam dan tersebar di seluruh alam semesta seperti jaring laba-laba. Sementara itu, gumpalan materi baryonik yang kita kenal, yang jumlahnya relatif jarang, diwarnai oranye.

Materi gelap tidak tampil sebagai objek yang dapat dilihat langsung dalam gambar tersebut. Yang ditampilkan adalah hasil simulasi yang memperlihatkan kemungkinan bentuk filamen materi gelap, sedangkan materi baryonik yang kasat mata menempati gumpalan-gumpalan yang relatif jarang di antaranya.

Penjelasan bagi sejumlah fenomena

Keterangan yang menyertai gambar menyebutkan bahwa gravitasi materi gelap yang tidak terlihat menjadi penjelasan utama bagi sejumlah fenomena di alam semesta. Materi itu disebut sebagai penyebab sejumlah hal:

  • galaksi berotasi begitu cepat;
  • galaksi mengorbit gugusnya begitu cepat;
  • lensa gravitasi membelokkan cahaya begitu kuat;
  • materi yang terlihat tersebar seperti yang teramati.

Gambar yang ditampilkan disebut sebagai salah satu contoh seberapa luas materi gelap mungkin "menghantui" alam semesta. Uraian itu bahkan dibuka dengan pertanyaan, "Is our universe haunted?"

Menurut keterangan yang sama, simulasi semacam ini merupakan kecocokan statistik yang baik terhadap pengamatan astronomi. Dengan kata lain, hasil perhitungan komputer itu dibandingkan dengan apa yang teramati oleh astronom.

Bukan lagi sumber gravitasi paling aneh

Meski dianggap aneh dan bentuknya belum diketahui, materi gelap bukan lagi diyakini sebagai sumber gravitasi paling aneh di alam semesta. Keterangan itu menyebutkan bahwa posisi tersebut kini jatuh kepada energi gelap, sumber gravitasi tolak yang lebih seragam dan tampaknya mendominasi pemuaian seluruh alam semesta.

Peta dalam gambar itu berasal dari simulasi komputer, bukan dari pemotretan langsung. Karena itu, gambar tersebut menggambarkan satu kemungkinan sebaran materi gelap, bukan potret langsung materi yang tidak terlihat.

APOD merupakan rubrik gambar astronomi harian. Untuk edisi berikutnya, rubrik itu menjadwalkan gambar bertajuk Orion the Great.

Sumber: NASA News Releases

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy