Obama Kecam Trump dan Hegseth soal Perang Iran di Kampanye Cleveland

Obama Kecam Trump dan Hegseth soal Perang Iran di Kampanye Cleveland

Internasional

Obama kecam Trump dan Hegseth soal perang Iran, menyebut mereka bukan orang serius dalam kampanye di Cleveland, Ohio, bersama Amy Acton.

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam Presiden Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth terkait perang melawan Iran. Obama menyebut pemerintahan Trump sebagai "orang-orang yang tidak serius" dan menilai rakyat Amerika harus menanggung akibat dari keputusan yang diambil pemerintahannya.

Kecaman itu disampaikan Obama dalam sebuah kampanye di Cleveland, Ohio, pada Sabtu waktu setempat. Dalam acara tersebut ia tampil bersama kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Amy Acton, dan kandidat Senat Amerika Serikat, Sherrod Brown.

Dalam pidato kampanye itu, Obama membahas kebijakan luar negeri pemerintahan Trump terhadap Iran. Ia menyoroti alasan yang dipakai untuk membenarkan konflik, dampaknya bagi Amerika Serikat, hingga cara Hegseth memimpin lingkungan militer.

Jalur diplomasi yang ditinggalkan

Saat membahas konflik Iran, Obama menilai Trump telah meninggalkan jalur diplomasi dengan Teheran. Menurut dia, langkah itu justru menjerumuskan Amerika Serikat ke dalam perang, berbulan-bulan setelah pemerintahannya menyatakan kemenangan.

"Ini sesuatu yang sedikit saya pahami. Mari kita pikirkan perang Iran ini," kata Obama.

Obama kemudian menguraikan alasan yang menurutnya dipakai untuk membenarkan perang tersebut. "Alasan awalnya adalah kita akan masuk ke sana dan membuat mereka menyerahkan program nuklir serta senjata nuklir mereka," lanjutnya.

Ia lantas menyinggung kesepakatan nuklir Iran yang dicapai pada masa kepresidenannya. Menurut Obama, jalur diplomasi telah mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir tanpa perlu penggunaan kekuatan militer.

"Saya tidak perlu menembakkan satu rudal pun untuk melakukannya. Saya hanya perlu terlibat dalam diplomasi," ujar Obama, seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (25/10/2026).

Ia menilai Trump mengambil arah berbeda dengan menarik diri dari kesepakatan tersebut. "Dia menarik diri dari kesepakatan itu, lalu memulai perang ini," kata Obama, merujuk pada keputusan Trump.

Obama lantas menyinggung deklarasi kemenangan yang sebelumnya disampaikan pemerintahan Trump. "Jadi, tujuh bulan kemudian, bagaimana perkembangan perang itu?" tanyanya.

Dampak pada personel dan persediaan militer

Obama selanjutnya menyoroti dampak konflik tersebut terhadap manusia dan kekuatan militer Amerika Serikat. Menurut dia, akibat kebijakan itu dirasakan langsung oleh personel dan aset militer Amerika Serikat.

"Sekutu-sekutu kita dan pangkalan-pangkalan kita telah diserang. Warga Amerika telah tewas, ratusan warga Amerika terluka. Persediaan rudal kita telah terkuras," imbuh Obama.

Dalam pidatonya, Obama mengaitkan perang Iran dengan keputusan politik yang diambil setelah ia meninggalkan jabatan. Menurutnya, jalur diplomasi yang ia tempuh semasa menjabat tidak memerlukan penggunaan kekuatan militer untuk menekan program nuklir Teheran.

Ia juga mempertanyakan hasil perang yang menurut pemerintahan Trump telah dimenangkan, seraya menyoroti dampaknya bagi personel militer dan persediaan rudal Amerika Serikat.

Ejekan terhadap Hegseth soal testosteron

Setelah membahas Iran, Obama mengalihkan kecamannya kepada Hegseth. Ia mengejek menteri perang tersebut karena dinilai terlalu berfokus pada kadar testosteron di lingkungan militer.

"Dia sangat berfokus pada hal-hal penting seperti garis rahang dan kadar testosteron para prajurit kita. Serta menyiarkan eksekusi secara langsung," kata Obama.

"Karena menurutnya, begitulah cara menumbuhkan semangat kesatria yang jantan," lanjutnya.

Kampanye di Cleveland itu menjadi kesempatan Obama menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Trump, dengan perang Iran sebagai salah satu sorotan. Kritik diarahkan kepada Trump maupun Hegseth dalam satu pidato yang sama, mulai dari alasan perang, dampaknya, hingga gaya kepemimpinan di lingkungan militer.

Sumber: Sindonews

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy