Trailer Dead Giveaway Tampilkan Mikaela Hoover dan Ruby Modine
HiburanTrailer Dead Giveaway menampilkan Mikaela Hoover dan Ruby Modine sebagai dua sahabat yang harus menutupi mayat sebelum brunch. Film ini tayang 3 November.
The Sunday Papers edisi ini membahas Soul Injector Commando, perdebatan ukuran tim gim, museum Game Boy dalam kartrid, hingga Timothy Dexter.
Kolom The Sunday Papers di Rock Paper Shotgun edisi 25 Oktober 2026 kembali menghimpun sejumlah tulisan pilihan dari berbagai penjuru dunia, mulai dari wawancara seniman multimedia Jeremy Couillard hingga kisah moneyman Amerika bernama Timothy Dexter.
Dalam wawancara dengan Artemis Octavio untuk Stop Caring, Jeremy Couillard membahas karya-karya eksperimen indie-nya yang tidak lazim, termasuk Soul Injector Commando. Gim itu digambarkan sebagai penembak orang pertama atau FPS tentang menembakkan rasa kemanusiaan ke tubuh musuh-musuh yang dibuat berdasarkan miliarder di dunia nyata.
Couillard mengaku banyak mempelajari orang-orang yang menjadi dasar karakter dalam gim tersebut. Setiap nama muncul di sudut atas layar ketika pemain \"menyuntikkan\" mereka, lengkap dengan keterangan pekerjaan apa yang mereka dapatkan setelah memperoleh jiwa.
\"Saya melihat banyak nama ini dan, sekadar iseng, saya akan meng-Google mereka untuk mengenal mereka. Lucu karena beberapa streamer yang memainkan gim ini juga melakukan hal yang sama, dan itu luar biasa. Karena itulah inti dari melakukan itu. Banyak dari orang-orang yang saya Google ini entah ditangkap, atau meninggal, atau sedang menghadapi dakwaan. Hampir semuanya terlibat secara kriminal dalam sesuatu,\" kata Couillard.
Wacana sepekan terakhir soal ukuran tim pengembangan gim dipicu oleh tulisan di GI.biz mengenai Star Wars: Galactic Racer dan \"tim inti\"-nya yang berjumlah 75 orang. Menurut kolom tersebut, perdebatan itu merupakan pengulangan yang lebih lemah dari wacana soal Expedition 33 yang dipicu Nic tahun sebelumnya.
Meski demikian, wacana itu menghasilkan tulisan yang dinilai lebih mendalam di Game Developer oleh Bryant Francis, yang membahas apakah industri memerlukan pendekatan bahasa baru untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan terbaru dalam praktik outsourcing.
\"Ketika dilakukan dengan benar, model ini mendiversifikasi risiko finansial dan mempertahankan apa yang berhasil dari pengembangan triple-A tanpa perlu menempatkan semua orang di bawah satu entitas korporat. Ketika dilakukan dengan salah, Anda bisa berakhir dengan sistem kelas dalam pengembangan gim, di mana arahan kreatif dan pendanaan mengalir ke arah yang terbatas, dan mereka yang tidak cukup beruntung berada di pusat kesulitan untuk terus melakukan pekerjaan yang mereka cintai.\"
Menurut tulisan itu, persoalan tersebut jelas bersifat organisasional dan tidak mudah diperbaiki lewat penyuntingan naskah yang baik. Namun organisasi dimulai dari bahasa, dan bahasa yang dipakai untuk mendefinisikan pekerjaan akan menentukan masa depan pengembangan gim video.
Penulis dan mantan karyawan Double Finer, Harper Jay, membahas soal kegagalan gim dalam pengertian \"niat dan aspirasi\", bukan dalam pengertian \"penjualan dan jumlah pemain di Steam\" yang dianggap menjemukan.
Pembahasannya menyinggung investasi Manhunt pada simulasi stealth yang dinilai tidak kecil, terutama untuk ukuran masanya. Meski premisnya adalah adanya sutradara snuff yang merekayasa berbagai skenario, gim itu ingin pemain memahami bahwa ada sebuah dunia yang berjalan. Aturannya sebagian besar sama dengan aturan dunia nyata: sebuah bata jatuh karena ada \"gravitasi\" dan menimbulkan \"suara\" seperti bata biasa.
Namun ada aturan permainan: lakukan X dan penjaga akan melakukan Y. Memanfaatkan hal itu menjadi kunci untuk maju dan meraih skor tinggi. Persoalannya, dalam satu situasi yang dibahas, karakter penjaga tidak bergerak sebagaimana mestinya. Menurut penulisnya, itu bukan komentar metatekstual dan bukan trik yang meremehkan pemain, melainkan semata karena karakternya tidak diprogram seperti itu.
\"Ini tidak berhasil. Ini tidak selaras. Simulasinya gagal. Artifisialitasnya terlalu jelas di sini. Rumah kesenangannya terpampang sedikit terlalu berani,\" tulisnya, seraya menyebut kekurangan itu bisa jadi menggemaskan seperti halnya segala kecanggungan, tetapi tetap terasa \"aneh\".
Robert Purchese dari Eurogamer bertemu dengan orang yang memasukkan sebuah Museum Game Boy ke dalam kartrid Game Boy. Menyajikan koleksi selengkap apa pun secara daring lewat komputer dan perangkat modern relatif mudah, tetapi memadatkannya ke dalam kartrid untuk perangkat buatan 1989 adalah urusan yang sama sekali berbeda.
Pflug menemukan bahwa Game Boy adalah \"pembaca e-book yang sangat buruk\" karena keterbatasan 255 \"blok\" yang bisa ditampilkan di layar. Jumlah itu tidak banyak karena beberapa blok dipakai untuk setiap huruf teks, sementara museum tersebut terutama berbasis teks.
\"Membaca museum di Game Boy, ternyata, adalah permainan inci demi inci,\" catat Pflug.
Kolom itu juga mengajak pembaca mengenal Timothy Dexter (1747-1806), seorang moneyman Amerika eksentrik yang keberuntungannya dalam investasi serampangan hanya bisa disamai oleh kegemarannya merangkai kata secara unik. Kisah itu sampai ke telinga penulis kolom setelah Edwin, yang disebut murka akibat bertahun-tahun komanya disunting, mengirimkan suplemen lembar tanda baca Dexter yang disertakan dalam cetak ulang salah satu karyanya: \"Nowing ones complane of my book the fust edition had no stops\".
Menurut Public Domain Review, kehidupan Dexter sendiri terbaca seperti fabel sastra, seorang Trimalchio yang lahir kembali di New England, yang kekayaannya memberinya segalanya kecuali apa yang paling ia inginkan: rasa hormat. Ia terdidik sendiri dan menjabat sebagai Informer Newburyport, Massachusetts, yang bertugas menegakkan hukum soal penyembelihan rusa.
Setiap pekan ia menyinkronkan koleksi jamnya yang besar, dan perangkat yang paling akurat, atau \"berperilaku paling baik\" dalam istilahnya, diberi gelar megah. Ia memelihara lingkaran orang kepercayaan, termasuk pujangga pribadi bernama Jonathan Plummer, yang namanya mungkin mencerminkan bakat berpuisi orang itu: \"Lord Dexter, like king Solomon, / Hath gold and silver by the ton\". Ada pula Lucy Lancaster dari kalangan atas, putri seorang raja Afrika yang dahulu diperbudak, yang memberi nasihat sekaligus meredakan situasi: \"Jika Dexter mengisi pistol untuk menembak seseorang, Luce akan dipanggil\".
Kolom itu ditutup dengan catatan bahwa penulisnya sempat mencari bahan terkait BioWare, tetapi menilai eulogi terbaik yang pernah ia baca tetap tulisan Edwin, meski draf pertamanya perlu beberapa koma. Musik yang bergantian diputar pekan itu adalah Wasted Lands dari Clutch yang disebut gigantic dan dive-bombing, serta remix SilvaGunner dari lagu terbaik Unbeatable.
Sumber: Rock Paper Shotgun
Trailer Dead Giveaway menampilkan Mikaela Hoover dan Ruby Modine sebagai dua sahabat yang harus menutupi mayat sebelum brunch. Film ini tayang 3 November.
Mckenna Grace batal berfoto dengan King Kong di Times Square setelah tahu tarifnya 100 dolar, di sela promosi The Hunger Games: Sunrise on the Reaping.
All's Fair musim 2 tayang di Disney+ pada 4 November. Kim Kardashian dan Naomi Watts bicara soal perempuan yang saling menguatkan.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.