Tambuwal Kecam Dugaan Serangan terhadap Kandidat Gubernur ADC di Sokoto

Tambuwal Kecam Dugaan Serangan terhadap Kandidat Gubernur ADC di Sokoto

Internasional

Aminu Tambuwal mengecam dugaan serangan terhadap kandidat gubernur ADC di Sokoto, Manir Muhammad Dan'iya, dan mendesak investigasi independen.

Aminu Tambuwal, mantan Gubernur Negara Bagian Sokoto yang kini memimpin African Democratic Congress (ADC), mengecam dugaan serangan terhadap kandidat gubernur partai tersebut di Sokoto, Manir Muhammad Dan'iya, beserta anggota konvoinya.

Kecaman itu disampaikan Tambuwal melalui pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu. Dalam pernyataan tersebut, ia menyebut insiden yang menimpa Dan'iya terjadi di dekat Bandara Sokoto pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurut Tambuwal, personel Sokoto Marshal dan Sokoto State Community Guard diduga menghadang konvoi kandidat gubernur ADC itu. Aparat tersebut, menurut dia, juga melepaskan tembakan dan merusak kendaraan Dan'iya.

Selain itu, Tambuwal menyebut dua petugas Department of State Services (DSS) yang melekat pada tim pengamanan kandidat ditahan dalam insiden tersebut. Ia secara khusus menyoroti dugaan keterlibatan personel Sokoto Marshal dan Sokoto State Community Guard dalam peristiwa itu.

Dorong investigasi menyeluruh

Tambuwal menilai rangkaian dugaan tersebut meresahkan. Karena itu, ia meminta Nigeria Police Force, DSS, dan instansi keamanan lain yang relevan melakukan investigasi secara menyeluruh, independen, dan tidak memihak untuk mengungkap peristiwa sebenarnya.

Ia juga mendesak aparat keamanan memastikan siapa pun yang terbukti bertanggung jawab atas insiden itu dibawa ke proses hukum. Menurut Tambuwal, setiap warga Nigeria memiliki hak konstitusional untuk bergerak dengan bebas, berserikat secara politik, dan ikut serta dalam proses demokrasi tanpa dibayangi intimidasi atau kekerasan.

Dalam pernyataan yang sama, mantan gubernur itu mengimbau setiap individu maupun kelompok yang memiliki keluhan politik agar menempuh cara-cara yang sah dan damai dalam menyampaikan pandangan. Ia menegaskan bahwa pertarungan elektoral semestinya diputuskan lewat kotak suara, bukan melalui ancaman atau kekuatan.

Minta aparat netral secara politik

Tambuwal menegaskan lembaga-lembaga keamanan memiliki kewajiban melindungi seluruh warga negara, terlepas dari afiliasi politik masing-masing. Menurutnya, aparat keamanan tidak boleh dipakai sebagai instrumen untuk mengintimidasi lawan politik.

Ia lantas meminta Pemerintah Negara Bagian Sokoto memastikan setiap lembaga keamanan yang beroperasi di bawah kewenangannya menjalankan tugas sesuai koridor hukum dan tetap netral secara politik.

Peluncuran kampanye presiden tetap jalan

Kendati insiden dilaporkan terjadi, Tambuwal menegaskan ADC akan tetap melanjutkan peluncuran kampanye presiden yang sudah dijadwalkan pada 4 November 2026. Menurut dia, berbagai bentuk intimidasi tidak akan menghentikan partainya menjalankan aktivitas politik.

ADC dijadwalkan menggelar peluncuran kampanye presiden pada 4 November 2026. Menurut Tambuwal, jadwal itu tidak berubah meski kandidat gubernur partai di Sokoto dilaporkan mengalami penyerangan.

Ia mengimbau seluruh anggota dan pendukung partai tetap tenang, tidak membalas dengan cara yang melanggar hukum, dan terus bertindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Tambuwal, demokrasi harus menjamin kebebasan setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam politik tanpa gangguan maupun rasa takut.

"Sokoto milik seluruh rakyatnya, dan Nigeria milik kita semua," ujar Tambuwal.

Pernyataan itu menutup rangkaian seruan Tambuwal agar proses politik di Sokoto berjalan tanpa intimidasi, dengan penegasan bahwa hak berpolitik setiap warga negara dilindungi konstitusi.

Sumber: NigerianEye

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy