MUI Ingatkan Pemerintah soal Potensi Benturan di Masyarakat Imbas Konser Andrea Bocelli
NasionalMUI mengingatkan pemerintah soal potensi benturan di masyarakat menyusul rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Sisa sayur dan kulit buah bisa difermentasi menjadi pupuk organik cair dengan bantuan EM4 dan gula merah. Prosesnya berlangsung satu hingga dua bulan.
Sisa potongan sayuran, kulit buah, hingga bahan makanan yang sudah membusuk kerap langsung dibuang ke tempat sampah. Padahal, limbah dapur itu masih dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.
Pembuatannya tidak memerlukan peralatan mahal. Ember atau drum bertutup, jerigen, gayung, pisau, dan talenan sudah cukup. Pupuk hasil olahan dapat dipakai untuk tanaman hias, bunga, sayuran, maupun tanaman buah yang tumbuh di pekarangan rumah.
Kebiasaan mengolah sampah organik penting dibangun karena sisa makanan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2024, sampah sisa makanan dari rumah tangga secara nasional mencapai 39,27 persen dari total timbulan sampah. Jika tidak ditangani dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, dan menjadi tempat berkembangnya organisme pembawa penyakit.
Mengutip informasi dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, pembuatan POC memanfaatkan berbagai jenis limbah dapur organik. Proses fermentasi dibantu EM4, yaitu produk yang mengandung mikroorganisme untuk mendukung penguraian bahan organik.
Peralatan yang dibutuhkan meliputi ember atau drum bertutup, jerigen atau botol untuk menyimpan pupuk, gayung, pisau atau parang, talenan, serta plastik untuk menutup wadah jika diperlukan. Wadah harus bersih dan dapat ditutup dengan baik. Sampah organik yang dipilih juga mesti sesuai, tanpa tercampur plastik, logam, minyak goreng, detergen, atau bahan kimia rumah tangga lainnya.
Pembuatan POC membutuhkan waktu fermentasi sekitar satu hingga dua bulan. Berikut tahapannya.
Siapkan sisa sayuran, kulit buah, dan limbah organik lain sebagai bahan baku. Potong atau rajang bahan tersebut menjadi ukuran kecil menggunakan pisau dan talenan. Ukuran yang lebih kecil memperluas permukaan bahan sehingga penguraian berlangsung lebih merata. Setelah itu, masukkan seluruh potongan ke dalam ember atau drum, lalu aduk hingga tercampur.
Pindahkan campuran sampah dapur ke wadah bertutup, lalu tambahkan air secukupnya sampai seluruh bahan terendam. Sebagai gambaran skala pembuatan, 50 kg limbah dapur dapat dipadukan dengan 150 liter air. Jika ingin membuat pupuk dalam jumlah lebih sedikit, sesuaikan takaran bahan dan gunakan wadah yang memadai.
Wadah jangan diisi terlalu penuh karena proses fermentasi dapat menghasilkan gas. Sediakan ruang kosong di bagian atas wadah agar pengolahan lebih aman.
Larutkan gula merah dan EM4 ke dalam air, aduk hingga tercampur rata, kemudian tuangkan ke dalam wadah berisi sampah dapur dan air. Gula merah berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, sedangkan mikroorganisme dalam EM4 membantu proses fermentasi bahan organik. Aduk campuran agar larutan tersebar merata di antara bahan yang difermentasi.
Untuk takaran gula merah dan EM4, ikuti petunjuk pada kemasan produk yang digunakan karena bahan sumber tidak mencantumkan jumlah pasti kedua bahan tersebut.
Tutup wadah dengan rapat secukupnya untuk membatasi masuknya kotoran dan serangga, tetapi jangan biarkan tekanan gas menumpuk tanpa jalan keluar. Wadah perlu diperiksa secara berkala, sekitar tujuh hari sekali, untuk melepaskan gas yang terbentuk. Lakukan dengan hati-hati dan jangan mengarahkan bukaan wadah ke wajah.
Jika memakai wadah kedap udara, pastikan sistem pelepasan gasnya aman. Simpan wadah di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung, jauh dari jangkauan anak-anak serta area penyimpanan makanan. Proses fermentasi berlangsung sekitar satu hingga dua bulan.
Setelah fermentasi selesai, saring campuran menggunakan kain untuk memisahkan cairan dari ampasnya. Cairan hasil penyaringan dapat dimanfaatkan sebagai POC, sedangkan ampasnya bisa diolah lebih lanjut menjadi kompos atau pupuk organik padat setelah diproses dengan benar.
Masukkan cairan ke dalam jerigen atau botol yang bersih, tutup dengan baik, dan beri label berisi tanggal pembuatan agar masa penyimpanan mudah dipantau. Bahan sumber menyebutkan bahwa POC yang dikemas dan disimpan dengan baik dapat digunakan hingga enam bulan, meski lama penyimpanan sebenarnya bergantung pada bahan, proses fermentasi, dan kondisi penyimpanan. Pupuk sebaiknya tidak digunakan jika wadah menggembung secara tidak wajar, muncul kontaminasi yang mencurigakan, atau kondisinya menunjukkan pembusukan yang tidak terkendali.
Pupuk organik cair yang sudah jadi perlu diencerkan sebelum digunakan. Satu liter POC dicampurkan dengan 20 liter air. Larutan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, tetapi konsentrasi yang tepat bisa berbeda menurut bahan pupuk, tingkat kematangan fermentasi, serta jenis tanaman.
Sebaiknya uji lebih dahulu pada beberapa tanaman dan hindari penggunaan larutan pekat secara langsung. Frekuensi pemakaian dalam bahan sumber disarankan sekitar satu minggu sekali pada musim kemarau dan tiga hari sekali pada musim hujan. Jadwal tersebut tidak perlu diterapkan secara kaku untuk semua tanaman; kondisi tanaman, kelembapan media, dan respons setelah pemupukan tetap perlu diperhatikan.
Penggunaan terlalu sering atau larutan yang terlalu pekat berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk tanaman sayur dan buah yang akan dikonsumsi, gunakan pupuk yang telah melalui proses pengolahan dengan baik, hindari menyemprotkan cairan fermentasi yang belum matang langsung ke bagian tanaman yang dimakan, dan tetap cuci hasil panen sebelum dikonsumsi.
Bahan organik dapat mendukung perbaikan struktur tanah, terutama jika digunakan bersama kompos atau bahan organik padat. Tanah dengan struktur lebih baik cenderung tidak mudah memadat sehingga akar memiliki ruang lebih memadai untuk tumbuh. Namun, pengaruh POC terhadap struktur tanah tidak selalu besar karena sebagian besar bahan padat telah dipisahkan saat penyaringan. Untuk memperbaiki tanah yang keras atau padat, penambahan kompos matang dan pengelolaan media tanam tetap diperlukan.
POC dapat mengandung unsur hara hasil penguraian bahan organik, dengan kandungan dan jumlah yang bergantung pada jenis sampah dapur serta proses fermentasi yang dilakukan. Dengan penggunaan yang sesuai, POC dapat menjadi salah satu sumber nutrisi tambahan bagi tanaman. Namun, kandungan unsur hara pupuk buatan sendiri tidak selalu konsisten sehingga belum tentu mampu memenuhi seluruh kebutuhan tanaman.
Bahan organik berperan mendukung kemampuan tanah menyimpan air. Manfaat tersebut lebih berkaitan dengan penambahan bahan organik padat ke dalam tanah dibandingkan penggunaan pupuk cair dalam jumlah kecil. Ampas hasil penyaringan yang sudah diolah dengan benar dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk membantu meningkatkan kualitas media tanam.
Tanah yang sehat menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme yang berperan dalam penguraian bahan organik dan siklus unsur hara. Penambahan bahan organik dapat mendukung aktivitas organisme tersebut, bergantung pada kondisi tanah dan kualitas bahan yang digunakan. Meski demikian, keberadaan EM4 dalam pupuk tidak otomatis menjamin semua mikroorganisme akan bertahan atau memberikan manfaat yang sama setelah diaplikasikan ke tanah.
POC dapat digunakan sebagai pelengkap dalam pemeliharaan tanaman sehingga membantu mengurangi sebagian kebutuhan pupuk anorganik dalam kondisi tertentu. Selain memanfaatkan limbah rumah tangga, cara ini dapat menekan pengeluaran untuk perawatan kebun. Kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda, dan jika tanaman membutuhkan unsur hara tertentu dalam jumlah besar, penggunaan pupuk organik saja belum tentu mencukupi. Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi tanah, dan tahap pertumbuhannya.
Dengan memilah sisa makanan dan mengolahnya menjadi pupuk organik cair, limbah rumah tangga dapat dikurangi sekaligus dimanfaatkan untuk merawat tanaman di rumah.
Sumber: Haibunda
MUI mengingatkan pemerintah soal potensi benturan di masyarakat menyusul rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi lima kali sejak dini hari hingga pagi 26 Oktober 2026, dengan status masih Siaga atau Level III.
Pemkot Jakarta Timur menyalurkan bantuan kebakaran Rawamangun berupa natura dan makanan siap saji bagi 20 jiwa penyintas dua rumah yang terbakar.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.