Jio Platforms Melantai di Bursa, Sinyal Era Tarif Data Murah Berakhir
EkonomiIPO Jio Platforms senilai 3,2 miliar dolar AS, terbesar di India, diminati investor dan berpotensi mengakhiri era tarif data murah.
DBS Group kembali meraih gelar Bank Teraman di Asia dari Global Finance untuk 18 tahun berturut-turut, ditopang kinerja keuangan solid dan manajemen risiko yang disiplin.
DBS Group mengumumkan bahwa pihaknya kembali meraih gelar "Bank Teraman di Asia" dari Global Finance. Pengumuman itu menandai keberhasilan DBS Group mempertahankan predikat bergengsi tersebut selama 18 tahun berturut-turut.
Menurut DBS Group, pengakuan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang solid. Kinerja itu didukung oleh penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang kuat, serta neraca keuangan yang kokoh.
Peringkat tahunan Bank Teraman di Dunia yang disusun Global Finance telah menjadi standar yang diakui dan tepercaya dalam menilai keamanan institusi keuangan sebagai mitra transaksi. Peringkat tersebut telah digunakan selama 35 tahun.
Penerima penghargaan ditentukan berdasarkan evaluasi terhadap peringkat valuta asing jangka panjang dari Moody's, Standard & Poor's, dan Fitch. Evaluasi itu dilakukan terhadap 500 bank terbesar di dunia.
Global Finance sendiri merupakan salah satu publikasi keuangan terkemuka di dunia. Selain peringkat Bank Teraman, publikasi ini juga beberapa kali menobatkan DBS Group sebagai Bank Terbaik di Dunia.
Pendiri sekaligus Editorial Director Global Finance Joseph Giarraputo menyoroti kondisi sektor keuangan yang masih diwarnai ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik. Menurut dia, perubahan di sektor keuangan berlangsung cepat.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlanjut, ketegangan geopolitik, serta perubahan cepat di sektor keuangan, kekuatan, stabilitas, dan penerapan manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas perbankan," kata Giarraputo.
Giarraputo menambahkan, peringkat World's Safest Banks 2026 dari Global Finance memberikan pengakuan kepada institusi yang menunjukkan kekuatan finansial dan ketahanan jangka panjang untuk menghadapi berbagai risiko yang muncul.
"World's Safest Banks 2026 dari Global Finance memberikan pengakuan kepada institusi yang menunjukkan kekuatan finansial dan ketahanan jangka panjang untuk menghadapi berbagai risiko yang muncul, sekaligus memberikan rasa percaya kepada nasabah dan pasar," tambahnya.
Penghargaan Bank Teraman di Asia diberikan dalam kerangka peringkat tahunan tersebut. Penilaiannya bertumpu pada peringkat valuta asing jangka panjang dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni Moody's, Standard & Poor's, dan Fitch.
Chief Financial Officer DBS Chng Sok Hui menyatakan pihaknya merasa terhormat kembali dinobatkan sebagai Bank Teraman di Asia untuk ke-18 tahun berturut-turut. Menurut dia, penghargaan tersebut mencerminkan kekuatan dan ketahanan jaringan bisnis DBS Group, serta penerapan manajemen risiko yang disiplin.
"Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, nasabah membutuhkan bank yang aman dan dapat diandalkan. Kami berkomitmen untuk terus menjadi pilar stabilitas bagi nasabah, mendampingi mereka menghadapi berbagai siklus pasar sekaligus membantu menavigasi dunia yang semakin kompleks," ujarnya.
Chng menuturkan, di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian, nasabah membutuhkan bank yang aman dan dapat diandalkan. Karena itu, DBS Group menyatakan komitmennya untuk terus menjadi pilar stabilitas bagi nasabah, termasuk mendampingi mereka menghadapi berbagai siklus pasar.
Selain gelar Bank Teraman di Asia, DBS Group juga menerima berbagai penghargaan bergengsi dari publikasi keuangan terkemuka di dunia. DBS Group beberapa kali dinobatkan sebagai "Bank Terbaik di Dunia" oleh Euromoney, Global Finance, dan The Banker.
Dari Euromoney, DBS Group meraih sejumlah gelar tambahan, yaitu:
Deretan pengakuan itu datang dari tiga publikasi keuangan yang berbeda, yakni Euromoney, Global Finance, dan The Banker. Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 tahun berturut-turut menjadi salah satu pencapaian yang disampaikan DBS Group dalam pengumumannya.
Sumber: Katadata
IPO Jio Platforms senilai 3,2 miliar dolar AS, terbesar di India, diminati investor dan berpotensi mengakhiri era tarif data murah.
Investigasi manipulasi harga BEI akan diutamakan, bukan lagi notifikasi UMA. Saham lapis ketiga dan promosi oleh influencer ikut dicermati.
Dampak ekonomi konser Ye dan JRF 2026 mencapai Rp625 miliar bagi DKI Jakarta, terdiri dari Rp450 miliar dari konser Ye dan Rp175 miliar dari JRF.
These cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.