Daya Beli Petani Lampung Meningkat, Mentan Sebut NTP Capai 131,11

Daya Beli Petani Lampung Meningkat, Mentan Sebut NTP Capai 131,11

Ekonomi

Nilai tukar petani Lampung mencapai 131,11, tertinggi sepanjang sejarah, seiring turunnya harga pupuk bersubsidi dan naiknya harga singkong.

Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut mulai memperlihatkan hasil bagi petani di Lampung. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kebijakan Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, ketika biaya produksi lebih terkendali dan harga hasil panen membaik, petani memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan perekonomian daerah.

Harga singkong naik menjadi Rp3.000 per kilogram

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram," ujar Amran di Pringsewu, Lampung pada Minggu (25/10).

Amran menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan upaya memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi. Pemerintah ingin memastikan manfaat pembangunan turut dirasakan oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian, bukan hanya berhenti di tingkat perdagangan dan industri.

NTP 131,11 disebut tertinggi sepanjang sejarah

Dampak kebijakan itu juga tercermin pada perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Amran menyebut NTP telah mencapai angka 131,11 yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah. Indikator ini dinilai penting karena menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayarkan, sehingga dapat menjadi salah satu ukuran untuk melihat perkembangan daya beli petani.

"Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah," kata Amran.

Gubernur: hampir 60 persen masyarakat Lampung terkait padi, jagung, dan singkong

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung. Ia menyebut hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan ketiga komoditas tersebut, sehingga perubahan harga dan biaya produksi pertanian memiliki pengaruh luas terhadap perekonomian daerah.

"Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik," ujarnya.

Pembelian kendaraan di kabupaten pertanian meningkat

Menurut Rahmat, perbaikan kondisi sektor pertanian turut diikuti oleh peningkatan sejumlah indikator konsumsi masyarakat. "Petani-petani di sini alhamdulillah mendapatkan kejadian yang sangat luar biasa. Investasi yang salah satunya adalah tingkat konsumsi. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari provinsi Lampung, yang pertama itu pembelian mobil," tutur Rahmat.

Data Pemerintah Provinsi Lampung mencatat jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 mencapai 83.515 unit, naik 22,15 persen dibandingkan 68.370 unit pada semester I 2025. Kenaikan juga terlihat pada kendaraan roda dua yang bertambah 19,90 persen, dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat meningkat 22,15 persen secara agregat, dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit berdasarkan penjumlahan kategori kendaraan roda empat pada data tersebut.

"Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak," ujar Rahmat.

Data tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun peningkatan pembelian kendaraan diakui tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kenaikan berasal dari pendapatan petani atau kebijakan pertanian. Rahmat mengaku melihat perkembangan itu sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang perlu dibaca bersama indikator lainnya.

"Dan karena kebijakan-kebijakan itu, hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera. Ini semua karena kebijakan petani. Terima kasih," ujar Rahmat.

Hilirisasi singkong, mocaf direncanakan diekspor ke Amerika Serikat

Selain perbaikan harga komoditas, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi. Singkong yang sebelumnya banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah mulai dikembangkan menjadi produk olahan, termasuk tepung mocaf. Upaya ini memperluas manfaat ekonomi komoditas dari tahap produksi hingga proses pengolahan di tingkat desa.

Rahmat mengatakan, pengembangan produk turunan singkong adalah langkah memperluas pasar dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Saat ini, sudah ada rencana ekspor mocaf ke Amerika Serikat pada bulan berikutnya.

"Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi," kata Rahmat.

Mentan Amran menyatakan, pemerintah akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada petani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara cepat dan tepat. "Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan," pungkas Amran.

Sumber: CNN Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy