Holland Taylor Ungkap Alasan Tak Perpanjang Kontrak di Two and a Half Men

Holland Taylor Ungkap Alasan Tak Perpanjang Kontrak di Two and a Half Men

Hiburan

Holland Taylor mengungkap alasan tak memperpanjang kontrak di Two and a Half Men setelah musim keenam, meski ia empat kali nominasi Emmy.

Holland Taylor mengungkapkan alasan di balik keputusannya tidak memperpanjang kontrak di serial komedi Two and a Half Men setelah musim keenam. Aktris yang memerankan ibu dari dua tokoh utama itu mengatakan ia memang sudah tidak ingin terikat kontrak dengan acara tersebut, meski tetap bersedia sesekali datang sebagai tamu.

Cerita itu ia sampaikan dalam podcast Alchemy with Anthony Mason. Taylor mengenang percakapannya dengan pihak produksi ketika masa kontrak enam tahunnya berakhir.

"Ketika enam tahun itu habis, saya bilang, 'Saya tidak ingin terikat kontrak lagi, tetapi saya akan sesekali datang ke acara itu kalau kalian mau,'" kata Taylor.

Kontrak Taylor berjalan selama enam musim pertama acara itu. Ia memutuskan membiarkan kontraknya berakhir setelah musim keenam dan tidak memperbaruinya.

Menurut Taylor, pihak produksi justru keheranan dengan sikapnya. Sebab, saat kontrak seorang pemain habis, biasanya yang bersangkutan memanfaatkan momen itu untuk menegosiasikan bayaran yang lebih besar.

"Mereka sebenarnya keheranan, karena ketika kontrak Anda habis, biasanya orang baru memundurkan truk [Brink's]-nya," ujarnya. "Dan mereka tidak membayar saya dengan sangat baik di acara itu. Saya dibayar di acara itu dengan tarif yang saya dapatkan di sebuah serial sekitar delapan tahun sebelumnya, atau semacam itu."

Empat nominasi Emmy

Taylor juga menyinggung rekam jejaknya di acara tersebut. Ia empat kali menjadi nominasi Emmy untuk perannya dalam Two and a Half Men. Ia sendiri merupakan aktris peraih penghargaan Emmy.

Kendati demikian, menurut Taylor, pembicaraan soal uang dengan pihak yang berwenang di acara CBS itu tak kunjung selesai. Ia menyebut mereka terus berdebat mengenai besaran bayaran.

"Mereka bilang, 'Kami tidak bisa membayar Anda lebih banyak lagi.' Pertama-tama, saya bilang, 'Kalian sebenarnya bisa membayar saya seharga gedung ini, tetapi tidak usah karena saya tidak ingin melanjutkan dengan kontrak,'" tuturnya.

Ia lantas mengulang jawaban yang sama ketika pihak produksi menyatakan tidak sanggup menaikkan bayarannya.

"Mereka bilang, 'Tetapi kami tidak mampu memberi Anda lebih.' Saya bilang, 'Saya tidak masalah. Saya hanya akan kembali sebagai tamu sesekali,'" kata Taylor.

Bayaran Charlie Sheen dan kenaikan gaji Jon Cryer

Dalam kesempatan itu Taylor juga membandingkan pengalamannya dengan rekan-rekan mainnya. Ia menyebut, di samping bayaran besar Charlie Sheen, sejumlah pemain lain di acara tersebut mendapat kenaikan gaji.

Sheen sendiri, pada masa krisis publik dan perpisahannya dengan Two and a Half Men, disebut sebagai salah satu bintang sitkom dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah, yakni 1,8 juta dolar AS per episode.

"John melipatgandakan gajinya empat kali atau semacamnya," ujar Taylor.

Di akhir ceritanya, Taylor menyampaikan penilaian yang tidak sepenuhnya manis terhadap pengalaman enam tahunnya di acara itu.

"Saya menyukai banyak hal dari acara itu," katanya, "tetapi mereka tidak penuh dengan kesopanan."

Sumber: Deadline

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy