Polisi Turki Tangkap 26 Orang dalam Skandal Investasi, Mantan Pejabat Kemenkeu Ditahan

Polisi Turki Tangkap 26 Orang dalam Skandal Investasi, Mantan Pejabat Kemenkeu Ditahan

Internasional

Polisi Turki menahan 26 orang dalam skandal investasi yang merugikan sekitar 455.000 investor, termasuk seorang mantan pejabat Kementerian Keuangan.

Kepolisian Turki menahan 26 orang dalam operasi yang menyasar skandal penipuan dana investasi bernilai miliaran dolar. Seorang mantan birokrat Kementerian Keuangan dan sejumlah eksekutif dana investasi turut masuk dalam daftar penangkapan.

Penahanan massal itu menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan atas skandal yang tengah mengguncang negara tersebut. Operasi kepolisian berlangsung hanya sehari setelah pemerintah memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang dianggap menikmati keuntungan dari aktivitas pengganggu pasar.

Jaksa penuntut menyatakan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 31 orang. Dari jumlah tersebut, 26 orang sudah ditahan, sementara polisi masih memburu lima orang lainnya. Belum jelas atas tuduhan spesifik apa para tersangka terbaru ditahan atau kapan mereka akan dibawa ke pengadilan.

Menurut pemberitaan kantor berita AFP, skandal ini mulai mencuat dan menyita perhatian publik sejak satu bulan terakhir. Kejaksaan kini mendalami dugaan manipulasi pasar secara luas yang dilaporkan merugikan tabungan sekitar 455.000 investor individu.

Ultimatum Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Mehmet Simsek memperingatkan bahwa siapa pun yang tidak secara sukarela mengembalikan keuntungan yang diperoleh melalui aktivitas pengganggu pasar akan segera menghadapi proses hukum.

Pada Selasa, Simsek mengklaim pihak berwenang telah mengetahui nama-nama setiap orang yang meraup keuntungan dari skandal ini. Kendati demikian, ia tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak pihak yang terlibat.

"Mereka yang memperoleh keuntungan nyata sebesar 10 juta lira (Rp3,63 miliar) atau lebih akan didekati," kata Simsek, dikutip dari AFP.
"Jika tidak ada pengembalian sukarela, kementerian kehakiman akan memulai prosedur hukum yang relevan."

Lima tersangka masih diburu

Di antara mereka yang masih buron adalah Nusret Altinbas, pemilik konglomerat swasta besar Turki bernama Altinbas Holdings. Menurut laporan kantor berita pemerintah Anadolu, saudara laki-laki Nusret saat ini sudah ditahan dan aset keluarganya telah dibekukan.

Kementerian Kehakiman mencatat bahwa hingga 4 Oktober, sebanyak 85 orang telah dipenjara sambil menunggu persidangan dalam kasus ini.

Kepolisian memastikan bahwa daftar tersangka mencakup 16 nama eksekutif dan staf dari berbagai perusahaan manajemen portofolio yang sebelumnya sudah terseret dalam skandal tersebut, di antaranya Atlas, Pardus, Hedef, Tera, dan A1.

Tekanan bagi partai berkuasa

Krisis ini memunculkan pertanyaan yang tidak nyaman tentang siapa sebenarnya yang meraup keuntungan haram dari skandal tersebut. Kondisi itu memberikan tekanan besar pada partai berkuasa AKP pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Seorang mantan menteri juga telah mengundurkan diri menyusul deretan tuduhan tentang aktivitas investasinya.

Gelombang dampak skandal terus meluas ke berbagai lini. Pada Senin, kepala regulator pasar modal Turki SPK secara mengejutkan dipecat setelah baru menjabat selama lima bulan, hanya beberapa hari setelah jaksa mulai menyelidiki pendahulunya.

Pada hari yang sama, wakil Simsek, Osman Celik, memutuskan untuk mengundurkan diri. Pengunduran diri itu berselang dua minggu setelah menantunya dipenjara sambil menunggu persidangan dalam pusaran skandal dana investasi ini.

Sumber: CNBC Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy