Orang Tua Terlalu Mengatur Anak, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Orang Tua Terlalu Mengatur Anak, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Gaya Hidup

Orang tua terlalu mengatur anak dapat memicu depresi, kecemasan, hingga rendah diri. Kenali ciri-ciri orang tua yang terlalu mengontrol anak.

Jakarta - Orang tua memiliki peran untuk mengawasi dan membimbing anak. Namun, pengawasan yang dilakukan secara berlebihan, bahkan sampai membatasi kebebasan anak, dapat menimbulkan dampak buruk bagi kondisi mental anak.

Orang tua umumnya telah melewati manis dan pahitnya kehidupan jauh lebih banyak dibandingkan anaknya. Pengalaman itu kerap memunculkan kekhawatiran agar anak tidak merasakan hal-hal pahit yang pernah dialami orang tuanya.

Persoalan muncul ketika orang tua memilih cara yang kurang tepat dalam memberikan arahan. Niat untuk melindungi bisa berbalik menjadi perilaku yang terlalu mengontrol.

Kondisi tersebut terjadi ketika orang tua berlebihan dalam mengawasi anak dan berusaha mengatur seluruh aspek kehidupan anak. Tanpa disadari, orang tua yang terlalu mengontrol bisa membuat anak merasa terabaikan.

Dampak bagi kondisi mental anak

Mengutip Psychology Today, orang tua yang mengontrol anak secara psikologis, seperti berusaha mengendalikan pikiran anak, dapat membuat anak rentan mengalami depresi, kecemasan, rendah diri, dan kesepian. Anak juga berisiko tinggi menunjukkan perilaku kenakalan atau antisosial.

Dampaknya bahkan dapat terasa hingga anak beranjak dewasa. Ada penelitian yang menemukan bahwa orang dewasa yang sejak kecil dikontrol oleh orang tuanya bisa mempunyai kesehatan mental yang lebih buruk.

Ciri-ciri orang tua yang suka mengontrol anak

Ada beberapa tanda orang tua yang berlebihan dalam mengatur kehidupan anaknya.

  • Selalu ikut campur urusan anak. Anak yang kian dewasa membutuhkan banyak privasi dan ruang untuk dirinya sendiri, tetapi terkadang orang tua tetap ingin dilibatkan pada seluruh aktivitas anak, bahkan urusan pribadi.
  • Standar terlalu tinggi. Orang tua yang suka mengontrol anaknya biasanya mempunyai standar yang terlalu tinggi di luar kemampuan anak. Mereka akan menghukum anaknya ketika tidak mampu memenuhi standar tersebut.
  • Sulit mengubah pandangan. Orang tua cenderung sulit mengubah pandangan mereka terhadap anaknya walaupun anaknya sudah berusaha menunjukkan perubahan. Mereka juga tidak peduli pendapat anaknya dan merasa pemikiran mereka yang paling benar.
  • Menuntut anak memenuhi keinginan orang tua. Beberapa orang tua yang suka mengontrol juga mempunyai pemikiran bahwa anak harus bertanggung jawab memenuhi keinginan mereka. Anak mungkin dituntut untuk mencari uang atau dipaksa bekerja. Apabila tidak memenuhi keinginannya, anak akan dicap sebagai anak yang tidak berbakti.

Rangkaian tanda tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan dan arahan orang tua memang dibutuhkan anak, tetapi pelaksanaannya perlu memperhatikan ruang pribadi serta kemampuan anak pada setiap tahap perkembangannya.

Sumber: Antara Terkini

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy