Menkes Budi Gunadi Sadikin Tinjau Palangka Raya, Pasien RS Naik Tiga Kali Lipat

Menkes Budi Gunadi Sadikin Tinjau Palangka Raya, Pasien RS Naik Tiga Kali Lipat

Nasional

Menkes Budi Gunadi Sadikin tinjau Palangka Raya di tengah karhutla Kalteng; pasien rumah sakit naik hingga tiga kali lipat dan ISPU tembus 300.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk memantau dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap menangani warga terdampak.

Dari catatan yang diterimanya, jumlah pasien yang masuk rumah sakit di Kalimantan Tengah meningkat hingga tiga kali lipat di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Budi, lonjakan tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam memastikan fasilitas kesehatan mampu menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

"Dari informasi yang saya terima, jumlah pasien yang masuk rumah sakit meningkat sampai tiga kali lipat," kata Budi saat melakukan kunjungan kerja di Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalteng, Jumat (23/10).

Percepatan distribusi alat medis

Budi menyatakan Kementerian Kesehatan telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan peralatan medis, termasuk ventilator, ke rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalteng.

"Bantuan ini diharapkan memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat," kata Budi.

Kelompok rentan, khususnya anak-anak yang mengalami sesak napas berat, menjadi salah satu perhatian utama. Ketersediaan peralatan medis dinilai penting agar pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan segera mendapatkan penanganan sesuai kondisi klinisnya.

Gejala ISPA yang perlu diwaspadai

Budi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga dengan keluhan ringan dapat menjalani rawat jalan sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis. Namun, apabila kondisi berkembang menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pasien harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

"Kalau sakitnya sudah lebih parah, bukan hanya ISPA biasa, tetapi sudah menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maka harus dibawa ke rumah sakit," ujar Budi.

Bus oksigen keliling dan peninjauan fasilitas kesehatan

Dalam kunjungan tersebut, Budi meninjau pelayanan kesehatan dan kesiapan fasilitas penanganan dampak kabut asap di Puskesmas Panarung serta Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Salah satu layanan yang menjadi perhatiannya adalah bus oksigen keliling untuk membantu warga terdampak asap.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan layanan tersebut berpeluang dikembangkan sebagai percontohan di tingkat nasional.

"Termasuk tadi yang mobilisasi bus oksigen, beliau ingin menjadikan pilot project kayaknya di Kota Palangka Raya," kata Fairid.

Pada kunjungan kerja Jumat (23/10/2026), Budi meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar, RSUD Doris Sylvanus hingga Puskesmas Panarung. Kunjungan itu didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menkes memberikan perhatian khusus kepada puskesmas karena menjadi fasilitas kesehatan pertama yang umumnya didatangi masyarakat saat mengalami keluhan akibat paparan kabut asap. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar gangguan pernapasan tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Kualitas udara sangat buruk

Budi mengungkapkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah masih tergolong sangat buruk dibandingkan beberapa daerah lain yang turut terdampak karhutla.

"Bahkan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah lokasi telah menembus angka 300 atau masuk kategori berbahaya," katanya.

Di tengah upaya penanganan dampak kesehatan, Budi berharap hujan segera turun untuk membantu meredakan kebakaran dan memperbaiki kualitas udara di Kalimantan Tengah. Kunjungan Menkes menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan dampak karhutla berjalan beriringan dengan pemadaman api.

"Sebab, ketika asap menyelimuti permukiman dan kualitas udara memasuki kategori berbahaya, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang paling rentan terhadap paparan polusi," kata Budi.

Imbauan bagi warga

Budi berpesan kepada masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia.

"Tolong sekali lagi dipastikan jangan ke luar rumah kalau tidak perlu terutama kaum rentan seperti balita, ibu hamil atau orang tua, itu sebaiknya stay di rumah," kata Menkes usai meninjau sarana prasarana dan layanan di RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya.

Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker KN95 untuk mengurangi paparan partikel. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker N95 dengan pemasangan yang benar.

Bantuan medis yang disalurkan

Kementerian Kesehatan menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan dampak kabut asap. Bantuan itu meliputi masker bedah, masker N95, oxygen concentrator, nebulizer, tabung oksigen, air purifier, serta multivitamin dalam bentuk tablet dan sirup.

Secara rinci, bantuan tersebut mencakup 137.000 masker KN95 dan 500.000 masker bedah, terutama untuk wilayah dengan tingkat polusi tinggi. Selain itu, disalurkan 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 tabung oksigen, 37 unit air purifier, 270 botol multivitamin sirup, 800 strip multivitamin tablet, serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak karhutla.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat terdampak karhutla.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak kabut asap. Koordinasi dengan pemerintah pusat serta dukungan sarana medis diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan," terangnya.

Sumber: CNN Indonesia

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy