Anthropic Ajukan Prospektus IPO, Pendapatan Melonjak tetapi Rugi 80,7 Miliar Dolar

Anthropic Ajukan Prospektus IPO, Pendapatan Melonjak tetapi Rugi 80,7 Miliar Dolar

Teknologi

Prospektus IPO Anthropic mengungkap pendapatan 16 miliar dolar AS pada semester pertama 2026, tetapi perusahaan masih merugi 80,7 miliar dolar AS.

Anthropic mengajukan berkas penting pada Senin menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang telah lama dinanti, membuka rincian baru mengenai kondisi keuangannya sekaligus risiko yang membayangi bisnis perusahaan kecerdasan buatan tersebut.

Menurut berkas itu, Anthropic berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode ticker ANT. IPO kemungkinan berlangsung pada akhir November, demikian dilaporkan The Wall Street Journal. Prospektus S-1 tersebut tidak memuat rincian mengenai berapa dana yang hendak dihimpun maupun valuasi yang dibidik. The New York Times pada Agustus melaporkan bahwa perusahaan itu ingin menggalang dana lebih dari 100 miliar dolar AS dengan valuasi sekitar 2 triliun dolar AS.

Dalam dokumen itu, Anthropic menyampaikan pesan kepada calon pemegang sahamnya.

"The advent of machine intelligence is one of the seminal moments in human history. We encourage you, as a prospective owner of our stock, not to think of your purchase in purely transactional terms. We hope you will see it instead as an opportunity to be part of something greater."

Pendapatan tumbuh, laba belum kunjung datang

Berkas tersebut memberikan gambaran tentang keuangan Anthropic sepanjang semester pertama 2026. Pendapatannya tumbuh menjadi lebih dari 16 miliar dolar AS, naik dari sekitar 4,5 miliar dolar AS pada 2025.

Pembuat model Claude itu menekankan bisnis enterprise yang terus berkembang. Lebih dari 11.900 pelanggan membelanjakan setidaknya 100.000 dolar AS dalam dua belas bulan terakhir, lebih dari 1.900 pelanggan membelanjakan 1 juta dolar AS atau lebih, dan sekitar 250 pelanggan membelanjakan 10 juta dolar AS atau lebih.

Meski pendapatannya meningkat, Anthropic belum menghasilkan laba. Perusahaan membukukan rugi bersih 80,7 miliar dolar AS pada semester pertama 2026, dibandingkan dengan rugi bersih 13 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Daftar risiko yang panjang

Perusahaan memang diharapkan melaporkan faktor risikonya secara akurat, tetapi prospektus Anthropic memuat daftar persoalan bisnis potensial yang tergolong sangat rinci. Dokumen itu menyebut bahwa berinvestasi pada saham perusahaan membawa "a high degree of risk" atau tingkat risiko yang tinggi.

Risiko tersebut mencakup kemampuan memperoleh kapasitas komputasi yang memadai, persaingan ketat dengan laboratorium pesaing, hingga potensi sistem kecerdasan buatan canggih untuk "pose catastrophic or existential risks to humanity".

Berkas itu juga memperingatkan kemungkinan kecerdasan buatan yang canggih disalahgunakan oleh pelaku ancaman untuk melancarkan serangan siber dan mengembangkan senjata biologis baru, atau oleh pemerintah otoriter untuk mengawasi warganya. Anthropic turut menyoroti risiko kehilangan kendali atas model kecerdasan buatan yang dikembangkannya.

Tekanan dari pemerintah

Anthropic juga menyoroti volatilitas kebijakan pemerintah, khususnya keputusan pemerintahan Trump yang menetapkan perusahaan itu sebagai risiko rantai pasok.

"While we continue to work with government agencies, we cannot be certain that the resolution of these lawsuits will not adversely affect our ability to sell to government agencies and other customers that sell products and services to the US government, and in turn adversely affect our business, financial condition, and results of operations."

Pada September, pesaing Anthropic, OpenAI, yang mengajukan IPO secara rahasia pada musim panas, mengumumkan bahwa mereka tidak lagi berniat melantai di bursa tahun ini. Alasannya adalah kekhawatiran atas risiko yang ditimbulkan kecerdasan buatan bagi umat manusia.

Anthropic didirikan pada 2021 oleh tujuh mantan karyawan OpenAI yang dilaporkan kehilangan kepercayaan pada kemampuan laboratorium tersebut mengembangkan model kecerdasan buatan secara aman. Anthropic memasarkan dirinya sebagai perusahaan yang sangat memperhatikan keselamatan. CEO-nya, Dario Amodei, berulang kali mengomentari risiko bahwa kecerdasan buatan dapat menghilangkan banyak lapangan kerja dan bertindak bertentangan dengan kepentingan manusia.

Berkas tersebut juga menguraikan ambisi Anthropic mengembangkan model kecerdasan buatan canggih yang mampu mempercepat penemuan ilmiah, menyembuhkan penyakit, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"To build AI is to harness cognition itself, and anything so powerful can be used for ill as well as good."

Anthropic tidak segera menanggapi permintaan komentar dari WIRED. Perkembangan berita ini masih berlanjut.

Sumber: WIRED

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy