AS Siapkan Gelombang Serangan Baru ke Iran, dari Fasilitas Nuklir hingga Pulau

AS Siapkan Gelombang Serangan Baru ke Iran, dari Fasilitas Nuklir hingga Pulau

Internasional

Amerika Serikat menyiapkan opsi serangan AS ke Iran, dari pengeboman fasilitas nuklir hingga operasi pulau, meski keputusan final belum ada.

Amerika Serikat tengah mempersiapkan kemungkinan melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran. Rencana yang disusun mencakup sejumlah opsi militer, mulai dari pengeboman fasilitas nuklir dan infrastruktur seperti jembatan hingga operasi terhadap pulau-pulau Iran.

Rincian rencana tersebut dilaporkan The Wall Street Journal dan dikutip Aljazeera pada Ahad (25/10/2026). Laporan itu menggambarkan Washington sedang menimbang berbagai kemungkinan langkah militer terhadap Iran.

Persiapan itu berlangsung meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa sebagian besar kemampuan militer Iran telah dihancurkan. Pernyataan Trump tersebut tidak serta-merta menutup pembahasan opsi serangan baru di lingkungan pemerintahan AS.

Seiring dengan itu, sebuah kelompok tempur tambahan kapal induk dan satuan ekspedisi marinir dilaporkan sedang bergerak menuju kawasan Timur Tengah. Pengerahan tersebut menjadi bagian dari persiapan militer yang berlangsung saat ini.

Pengerahan memperluas opsi militer

Menurut The Wall Street Journal, pengerahan itu memperluas pilihan militer yang tersedia bagi Trump. Presiden AS tersebut disebut cenderung ingin kembali melancarkan operasi besar.

Surat kabar itu melaporkan bahwa kedatangan kelompok tempur kapal induk tambahan akan meningkatkan jumlah kapal perang AS yang beroperasi di Timur Tengah menjadi lebih dari 24 unit.

Meski demikian, menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal, belum ada keputusan final untuk melaksanakan serangan tersebut. Opsi militer yang disiapkan masih berada dalam tahap pertimbangan.

Sasaran yang dipertimbangkan

Dalam laporan yang sama, sasaran yang dipertimbangkan tidak berhenti pada fasilitas nuklir. Sejumlah kemungkinan tindakan militer yang disebut mencakup:

  • pengeboman fasilitas nuklir Iran;
  • serangan terhadap infrastruktur, termasuk jembatan;
  • operasi militer terhadap pulau-pulau Iran.

Pergerakan kekuatan laut tambahan itu mengindikasikan adanya persiapan untuk kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran, demikian laporan The Wall Street Journal.

Dengan demikian, rencana serangan baru terhadap Iran masih berupa sejumlah opsi yang dibahas di lingkungan pemerintahan AS, sementara pengerahan militer ke kawasan Timur Tengah berjalan. Belum ada keputusan final untuk melaksanakan serangan tersebut.

Sumber: Republika

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy