Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia pada Usia 82 Tahun
NasionalMantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo AS meninggal dunia di kediamannya di Jakarta pada 25 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB dalam usia 82 tahun.
Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo AS meninggal dunia di kediamannya di Jakarta pada 25 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB dalam usia 82 tahun.
Prakiraan cuaca BMKG menyebut 21 wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Minggu, 25 Oktober 2026, disertai risiko angin kencang.
Baca selengkapnyaBalapan MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island diundur ke pukul 11.00 WIB dan langsung digelar tanpa Moto3 dan Moto2 lebih dulu.
Baca selengkapnyaSekjen OKI Ismail Ould Cheikh Ahmed mengutuk serangan Houthi ke Mekkah dan Madinah, termasuk Taif dan Jeddah, serta menyerukan solidaritas.
Baca selengkapnyaPemerintah memangkas ekspor gas ke Singapura mulai 24 Oktober untuk kebutuhan dalam negeri. Otoritas Singapura menyebut dampaknya di bawah 2 persen.
Baca selengkapnyaGandrung Sewu 2026 digelar pertama kali pada malam hari di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, mengusung tema Kembang Dermo pada tahun ke-14.
Baca selengkapnyaPemilu presiden Bulgaria berlangsung di tengah meluasnya perang Rusia-Ukraina. Iliana Iotova dan Andrey Gyurov memimpin di antara 27 kandidat.
Baca selengkapnyaKlasemen Liga Inggris 2026/2027 memanas: Manchester City dan Chelsea sama-sama kalah pada pekan kedelapan, Arsenal menang 2-0 atas Everton.
Baca selengkapnyaDugaan operasi hidung Lisa BLACKPINK kembali mencuat setelah video pertemuan dengan penggemar beredar di media sosial dan memicu kritik warganet.
Baca selengkapnyaKebakaran Eagle's Nest di Pegunungan Alpen Bavaria diduga sengaja dibakar. Polisi menangkap seorang tersangka; sekitar 200 petugas pemadam dikerahkan.
Baca selengkapnyaUpacara Mejaya-jaya PHDI di Besakih menandai awal kepengurusan 2026ΓÇô2031, dengan rekonsiliasi umat Hindu sebagai fokus utama.
Baca selengkapnyaTamfest 2026 Karangasem menghadirkan lomba ogoh-ogoh mini, tapel ogoh-ogoh, serta tari Puspanjali dan Condong di Banjar Adat Tampuagan.
Baca selengkapnyaThese cookies are essential for the website to function properly.
These cookies help us understand how visitors interact with the website.
These cookies are used to deliver personalized advertisements.